Nasrum Pada Kegiatan Media Gathering, Yadyn : Ada 4 Pelanggaran Pemilu Yang Menjadi Pantauan Salah Satunya Netralitas ASN

Selasa, 27/08/2024 - 09:15
Kajari Bitung Dr Yadyn Palembangan, S.H.,M.H kedua dari kiri saat memberikan materi pada kegiatan media gathering yang di selenggarakan oleh KPU

Kajari Bitung Dr Yadyn Palembangan, S.H.,M.H kedua dari kiri saat memberikan materi pada kegiatan media gathering yang di selenggarakan oleh KPU

Klikwarta.com, Bitung - Menjelang Pemilukada 2024, Kepala Kejaksaan Negeri Bitung, Dr. Yadyn Palembangan, S.H.,M.H menegaskan kepada seluruh elemen ASN agar selalu menjaga netralitas.

Hal ini di sampaikan Kajari Bitung, Dr. Yadyn Palembangan, S.H.,M.H saat menjadi narasumber pada kegiatan media gathering tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara serta Walikota dan Wakil Walikota Bitung yang di selenggarakan oleh KPU Bitung yang dilaksanakan di rumah kopi baku dapa ulang (RKBDU), Senin, (26/8).

"Pemilukada akan memasuki tahapannya, besok akan ada pendaftaran calon selama tiga hari sampai dengan jam 23:59 menit, artinya momentum tahapan Pemilukada ini akan berjalan, tapi di samping momentum tahapan Pemilukada ini berjalan tentu ada eksoskonsekwensinya dari balik itu semua, apa itu eksoskonsekwensinya?teman-teman dari aparatur negara hukum, bapak Kapolres misalnya yang hadir disini termasuk bapak Dandim akan memberi Evor lebih, akan memberikan daya Juang lebih untuk kondusifitas pengamanan Pemilukada. Karena kontesnya ini bukan hanya pemilihan Gubernur maupun wakil gubernur tapi juga pemilihan walikota dan wakil walikota Bitung,"ujarnya.

Artinya, Eskalasi tentu akan meningkat, apalagi kalau secara analisis perkiraan intelejen hanya ada dua calon, maka tentunya akan memberikan kerja yang lebih kepada teman-teman tim pengamanan.

"Tentu kami akan mensupport secara faktual kerja-kerja nyata dari teman-teman kepolisian khususnya Kapolres bersama jajaran dan juga pak Dandim bersama jajaran karena di bidang pemilu ini kita ada dua centra, centra pertama itu posko pemilu sebagaimana yang saya sampaikan kepada ketua KPU, kami akan buat, kebetulan di Bitung khusus nya kami telah buat Minggu lalu di lantai kedua, posko pemilu itu adanya di bidang intelijen. Kemudian bersama dengan teman-teman kepolisian kita ada centra Bawaslu, badan pengawas pemilu melalui proses Gakumdu atau centra penegakan hukum terpadu, ini proses yang luar biasa dan akan memakan energi,"ujarnya lebih lanjut.

Yadyn Palembangan juga mengatakan dalam pelaksanaan pemilu, ada empat pelanggaran pemilu yang menjadi perhatian yang pertama terkait dengan manipolitik, yang kedua terkait kepemihakan ASN, ketiga terkait pemilih ganda dan keempat terkait mengajak memilih salah satu pasangan calon.

"Netralitas ASN pada Pemilukada nanti juga akan menjadi salah satu pemantauan teman-teman kepolisian, teman-teman TNI dan juga kejaksaan. Karena ASN itu tidak boleh menjadi alat kepentingan Politik,"imbuhnya.

Lebih lanjut, Yadyn Palembangan mengatakan Pada saat proses berjalan, ada proses strategi penanganan perkara dalam pidana pemilu yang di mana tidak boleh ada P18, P19.

"Kita akan duduk bersama dengan teman-teman penyidik kepolisian, teman-teman penyidik tindak Pidana Pemilu maupun jaksa tindak Pidana Pemilu. mereka ini tentu secara konferensi polistis sudah dibekali bagaimana proses penanganannya, bagaimana proses penyidikannya, bagaimana proses penuntutan sampai dengan proses eksekusi. Karena Pidana Pemilu tidak ada Proses Kasasi, hanya ada sampai pengadilan tinggi atau proses banding dan itu hanya proses pelaksanaan hanya 7 hari,"tambahnya.

Yadyn juga mengatakan, apabila dari dua pasangan calon jadi bagian dari proses pemeriksaan saksi pada perkara perjalanan dinas pihaknya tidak akan melakukan pemanggilan.

"Jadi mohon teman-teman mengerti itu sudah instruksi bersama pak Kapolri, Pak Jaksa Agung dan pak Panglima TNI itu untuk menjaga kondusifitas Pemilu tidak akan ada pemanggilan untuk yang bakal calon, jadi jangan nanti teman-teman bilang pak Kajari bersikap diskriminatif,lain di panggil lain tidak, ini untuk kita menjaga pemilu agar tetap kondusif. Dalam menjaga kondusifitas Pemilu tanpa bantuan teman-teman media tidak akan bisa berjalan dengan baik cover biar saya teman-teman media tentu di butuhkan bagaimana mereduksi, eskalasi pemberitaan secara politik maupun tingkat kondusifitas Kamtibmas masyarakat. Dan media gathering ini saya yakin punya tujuan itu karna kalau tanpa menjaga kondusifitas tentu eskalasinya akan lebih meningkat," pungkasnya.

Berita Terkait