Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKS, Imam Musanto
Klikwarta.com, Depok - Di bawah langit mendung yang kerap membawa kekhawatiran bagi warga Pancoran Mas, aliran kali di wilayah RT 03 dan RT 01 RW 017 kini tampak berbeda. Dinding turap yang kokoh berdiri di sisi bantaran, menjadi penanda hadirnya harapan baru akan berkurangnya ancaman banjir yang selama ini menghantui.
Imam Musanto menyusuri tepian kali itu. Tak sekadar melihat dari kejauhan, ia turun langsung, memperhatikan detail demi detail hasil pembangunan turap yang bersumber dari program pokok pikiran (pokir). Bersama Dinas PUPR dan konsultan proyek, ia memastikan bahwa setiap jengkal pekerjaan benar-benar memberikan dampak nyata bagi warga. Rabu (6/5/2026)
Air yang dulu kerap meluap kini mengalir lebih tertata. Warga yang selama ini hidup dalam bayang-bayang genangan mulai merasakan perubahan, meski perlahan. Turap yang dibangun dengan anggaran Rp258 juta lebih itu bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga simbol kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat yakni rasa aman dari bencana.
“Alhamdulillah, hasilnya cukup baik,” ujar Imam Musanto, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS di sela peninjauan.
Nada suaranya tenang, namun penuh keyakinan. Baginya, pembangunan ini bukan akhir, melainkan bagian dari proses panjang untuk menata lingkungan yang lebih layak.
Menariknya, proyek ini rampung lebih cepat dari target. Di tengah berbagai kendala yang sering menghambat pembangunan, capaian ini menjadi catatan tersendiri. Pengukuran akhir pun telah dilakukan, menandakan bahwa pekerjaan telah memasuki tahap penyelesaian.
Namun bagi Imam, tugas belum selesai. Ia masih ingin memastikan bahwa turap ini benar-benar berfungsi optimal. Ia bahkan berencana menelusuri aliran kali dari hulu ke hilir dari timur hingga barat untuk melihat secara utuh dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Di balik kesibukannya sebagai wakil rakyat, Imam juga menjalani peran lain sebagai pelaku usaha. Melalui Nurul Akikah Haji Imam, ia menyediakan hewan kurban untuk masyarakat. Aktivitas ini, menurutnya, bukan hal baru. Jauh sebelum duduk di kursi dewan, ia telah lebih dulu menekuni dunia usaha. “Ini bagian dari ikhtiar,” tuturnya singkat.
Menjelang Iduladha, berbagai jenis sapi telah disiapkan mulai dari PO, Brahman, Jawa, hingga Limousin. Sebuah usaha yang berjalan beriringan dengan pengabdiannya di dunia politik.
Bagi warga Pancoran Mas, kehadiran turap mungkin terlihat sederhana. Namun di balik itu, tersimpan harapan besar, lingkungan yang lebih aman, kehidupan yang lebih tenang, dan keyakinan bahwa suara mereka benar-benar didengar.
Di tepian kali itu, perubahan memang belum sepenuhnya sempurna. Tapi langkah kecil telah dimulai dan bagi banyak warga, itu sudah lebih dari cukup untuk kembali berharap.
(Kontributor : Arif)








