Istu saat serap aspirasi di Desa Mangundikaran, Kabupaten Nganjuk, Senin 27 Maret 2023.
Klikwarta.com, Jatim - Ketua Komisi A DPRD Jatim, Mayjen TNI (Purn), Istu Hari Subagio mendorong ada upaya dari Pemprov dalam upaya pemulihan dan meningkatkan ekonomi masyarakat di beberapa desa. Untuk mewujudkan hal itu, Istu menghadirkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jatim pada reses pertama tahun 2023 di Nganjuk dan Kabupaten/Kota Madiun.
Politisi asal Partai Golkar itu mengaku pada reses pertama tahun 2023 titik ke-6 di Desa Sonobekel Kecamatan Tanjung Anom, Nganjuk, ia menghadirkan narasumber dari Dinas PMD Jatim yakni Bidang Bina Pemerintahan Desa, Try Yuwono , Neny , Dwi Wahyudi dan Indah Puspita secara bergantian.
Dinas PMD memaparkan secara jelas bahwa Pemerintah Provinsi Jatim telah mengambil langkah-langkah strategis dalam pemulihan. Seperti halnya pemanfaatan dana desa, pemberian bantuan langsung bagi warga terdampak maupun program yakni Jatim Puspa, Jatim Berdaya, hingga Sinandu.
"Sedangkan dalam sosialisasi Undang-undang pemerintahan desa, sekadar mengingatkan kepada aparatur desa tentang tupoksi aparat desa maupun potensi desa dalam membangkitkan ekonomi," ungkap Istu usai serap aspirasi di Desa Mangundikaran, Kabupaten Nganjuk, Senin 27 Maret 2023.
Mantan Pangdam Bukit Barisan itu menjelaskan bahwa Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu penyangga utama demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional 5 besar dunia. Maka, Provinsi Jatim harus sukses meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pembangunan menuju desa mandiri, sehingga tidak ada lagi desa tertinggal/miskin.
Tak hanya itu saja, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk dapat mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 yakni NKRI yang berdaulat, maju, adil, makmur dan sejahtera. Dipilihnya tahun 2045 sebagai Indonesia Emas karena bertepatan 1 abad atau 100 tahun kemerdekaan RI.
"Indonesia Emas tahun 2045 yakni NKRI yang berdaulat, maju, adil, makmur dan sejahtera dengan prediksi pertumbuhan ekonomi nasional masuk 5 besar dunia," harapnya.
Istu menegaskan sebagai wakil rakyat dari dapil Madiun dan Nganjuk, pemulihan ekonomi dan pembangunan masyarakat desa di daerah pemilihannya menjadi perhatiannya karena warga telah dihadapkan pandemi Covid-19 selama dua tahun lebih. Meski telah menjadi endemi, dampak pandemi sampai saat ini masih dirasakan oleh masyarakat, terutama perekonomian, dan berlanjut ke kesehatan pendidikan.
"Alhamdullilah sesuai tagline “ Jatim Optimis Bangkit, di tingkat Provinsi Jatim sudah kembali pulih dengan pertumbuhan ekonomi dari angka 4 ke 5,53 persen lebih. Pertumbuhan ini diatas nasional yakni 5.40 persen," bebernya.
Istu menegaskan pertumbuhan ekonomi Jatim berkat kerja keras bersama, pemerintah provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Pertumbuhan ekonomi itu terlihat dari kontribusi Jatim nomer 1 di tingkat nasional dalam hal hasil produk unggul. Seperti halnya kontribusi produk padi di tingkat nasionsl yakni 9,94 juta ton per tahun, gandum, cabe rawit, sapi potong, sapi perah.
"Padahal nilai pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya sempat ikut terjun bebas. Pada tahun 2020 menjadi minus 2,39.dampak pandemi covid -19," tuturnya.
Pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjadi di tingkat provinsi saja, di Madiun dan Nganjuk juga menunjukkan adanya perbaikan. Hal itu terlihat ketimpangan wilayah, penduduk miskin, angka pengangguran, mulai menurun. Bahkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) dari sudut pandang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan juga mulai merangkak membaik.
"Alhamdullilah, dengan gerak cepat pemerintah hal-hal tersebut bisa sedikit demi sedikit beranjak membaik. Kita berdoa semoga Pemprov Jatim cepat bisa kembali pulih dan kesejahteraan masyarakat kembali pulih," pungkasnya.
Pewarta: Supra








