Masuk Sumber Maron Wajib Masker, Bagaimana di Balekambang?

Minggu, 08/05/2022 - 01:34
Pengunjung wisata pantai Balekambang, Kabupaten Malang, Sabtu (7/5/2022)

Pengunjung wisata pantai Balekambang, Kabupaten Malang, Sabtu (7/5/2022)

Klikwarta.com, Kabupaten Malang - Sudah menjadi tradisi Warga Kabupaten Malang maupun warga dari luar Daerah Malang, mendatangi tempat wisata saat libur panjang. Misalnya libur lebaran.

Beberapa destinasi wisata yang ada di Kabupaten Malang, jadi favorit kunjungan para wisatawan. Diantaranya objek wisata pantai yang ada di Jalur Lintas Selatan (JLS), Kabupaten Malang, sebut saja pantai Balekambang, Kecamatan Bantur.

Tak ketinggalan, wisata alam Sumber Maron, di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, juga jadi favorit para wisatawan.

Mirisnya, penerapan protokol kesehatan Covid-19 di dua wisata tersebut, sangat jauh berbeda.

Di pantai Balekambang misalnya, sebagian besar dari ribuan pengunjung, abai terhadap Prokes Covid-19. Para pengunjung kebanyakan tidak menggunakan masker sesuai aturan protokol pengendalian Covid-19.

Pengelola wisata terkesan tidak memperhatikan Prokes. Hal ini terlihat mulai dari pintu masuk hingga area wisata. Pihak pengelola tak peduli dengan pelanggaran prokes yang dilakukan para pengunjung. Tak ada kekhawatiran akan penyebaran Covid-19, dengan membludaknya ribuan pengunjung.

Terpantau, pengelola wisata Balekambang, pun tidak memberikan sosialisasi lisan kepada pengunjung akan bahaya Covid-19 yang saat ini sudah mulai melandai.

Informasi yang diterima, memasuki hari ke-6 libur lebaran Idul Fitri 1443 H/2022 M, sebanyak 5.000 lebih pengunjung memadati wisata pantai yang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang itu.

Kepada wartwan, Kepala Unit PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, Yasdi, Sabtu (7/5/2022) menjelaskan, pengunjung wisata Balekambang hingga hari ke-6 libur Idul Fitri, terbilang cukup banyak.

"Mulai kemarin hingga hari ini pengunjung yang datang cukup banyak", katanya. 

"Menurut laporan petugas yang ada di loket atau pintu masuk, hari ini pengunjung yang datang ada sekitar 5.000 lebih", ujar dia.

Disinggung mengenai penerapan Prokes terhadap para pengunjung, Yasdi langsung terdiam sejenak. Seketika itu ia berdalih, bahwa di Pantai Balekambang, sulit bagi mereka untuk mengakses Aplikasi PeduliLindungi.

Berbeda dengan di wisata alam Sumber Maron, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Di Sumber Maron, para pengunjung diwajibkan melakukan tes suhu terlebih dahulu sebelum memasuki area wisata.

Tepat di pintu masuk, para pengelola wisata dibantu petugas kepolisian, melakukan pemeriksaan hingga pengetatan prokes. Jika terdapat pengunjung tak menggunakan masker, maka oleh petugas tidak diperbolehkan masuk ke area wisata.

Sekadar diketahui, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani, maupun Bupati Malang, H.M Sanusi, hingga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tak henti-hentinya menyerukan Prokes kepada masyarakat, di tiap kegiatan. Kapan pun dan di mana pun berada. Meski Covid-19 terus melandai.

Bahkan Pemerintah Pusat, juga terus menginstruksikan, setiap pelaksanaan kegiatan diharuskan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan atau memakai hand sanitizer secara berkala dan menjaga jarak. Termasuk di tempat wisata.

Terlebih saat ini, kasus penyakit hepatitis akut misterius mulai menyebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Penyakit ini juga dikabarkan tengah melanda dunia baru-baru ini.

Dirangkum dari berbagai sumber, hepatitis akut adalah penyakit yang sejauh ini masih belum diketahui etiologi atau penyebabnya. Menurut beberapa laporan di banyak negara, kasus hepatitis akut misterius cenderung dialami pada anak usia di bawah 16 tahun. Sementara di Inggris, kasus yang diduga disebabkan oleh hepatitis akut lebih banyak terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun.

Adapun tindakan pencegahan hepatitis akut misterius pada anak dapat dilakukan dengan beberapa hal, di antaranya:

1. Mencuci tangan

2. Meminum air bersih yang matang

3. Makan makanan yang bersih dan matang penuh

4. Membuang tinja dan atau popok sekali pakai pada tempatnya

5. Menggunakan alat makan sendiri-sendiri

6. Memakai masker dan menjaga jarak

7. Mendeteksi secara dini jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala hepatitis dengan memeriksakan mereka ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Pewarta : Asral

Berita Terkait