Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (kanan), berbincang dengan Deputi Direktur Jenderal World Intellectual Property Organization (WIPO), Hasan Kleib (kiri), saat menerima audiensi delegasi World Intellectual Property Organization (WIPO) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (6/08/2026).
Klikwarta.com, Jakarta, 6 Agustus 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menerima audiensi Manna Indonesia Group dan pengembang gim asal Rusia, Digital Lab, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan teknologi gamifikasi untuk mempromosikan destinasi wisata, budaya, dan produk unggulan ekonomi kreatif Indonesia ke pasar global.
Wamen Ekraf menilai pendekatan gamifikasi berpotensi menjadi media promosi yang mampu menghubungkan pengalaman digital dengan aktivitas di dunia nyata. Menurutnya, konsep tersebut dapat mendorong masyarakat untuk mengeksplorasi destinasi, mengikuti berbagai kegiatan, serta mengenal produk kreatif Indonesia melalui pengalaman yang lebih interaktif.
“Konsep ini menarik karena tidak hanya menghadirkan pengalaman bermain, tetapi juga mengajak pengguna berinteraksi langsung dengan destinasi, kegiatan, dan potensi kreatif yang dimiliki Indonesia. Pendekatan seperti ini membuka peluang baru untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia melalui pengalaman digital yang lebih menarik,” ujar Irene, Kamis (6/8).
Manna Indonesia Group turut memperkenalkan Digital Lab yang menyampaikan minat untuk menjalin kolaborasi dengan Indonesia dalam pengembangan gim berbasis gamifikasi. Digital Lab menawarkan pengembangan gim yang mengintegrasikan eksplorasi destinasi, penyelesaian misi, pengumpulan digital stamp, hingga pemanfaatan layanan dan produk lokal sebagai bagian dari pengalaman bermain.
Owner & CEO Digital Lab Rusia, Anton Kuchin, mengatakan Indonesia dipilih sebagai negara prioritas di Asia Tenggara karena memiliki pasar digital yang besar serta ekosistem ekonomi kreatif yang terus berkembang. Menurutnya, konsep tersebut dirancang untuk mempromosikan destinasi, budaya, dan produk lokal Indonesia sekaligus membuka peluang kemitraan dengan pelaku industri, komunitas, maupun mitra bisnis melalui platform digital yang terintegrasi.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan proyek ini, baik dari sisi pasar digital maupun ekosistem industri kreatifnya. Kami berharap konsep yang kami tawarkan dapat memperkenalkan destinasi, budaya, dan produk kreatif Indonesia kepada lebih banyak masyarakat melalui pendekatan gamifikasi,” ujar Anton.
Sebagai tindak lanjut audiensi, Kementerian Ekraf membuka peluang sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, serta mitra strategis sesuai kewenangan masing-masing dalam mendukung pengembangan konsep tersebut. Kementerian Ekraf juga siap memfasilitasi koneksi dengan talenta kreatif, pengembang gim, studio, komunitas, hingga UMKM agar teknologi dan model bisnis yang telah dikembangkan dapat dipadukan dengan kekayaan konten kreatif Indonesia.
“Kolaborasi ini memiliki potensi untuk menghubungkan teknologi dengan kekayaan konten kreatif Indonesia sehingga mampu menghadirkan pengalaman yang relevan bagi pengguna. Kementerian Ekraf terbuka untuk mendukung pengembangannya melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh ekosistem ekonomi kreatif,” kata Irene.
Audiensi juga membahas peluang pengembangan ekosistem gim yang menghubungkan teknologi dengan promosi destinasi, budaya, dan produk ekonomi kreatif Indonesia. Pertemuan tersebut membuka ruang kolaborasi antara Kementerian Ekraf, Manna Indonesia Group, dan Digital Lab Rusia untuk mengeksplorasi pengembangan konsep gim berbasis gamifikasi sesuai kewenangan masing-masing pihak. (*)








