Percepatan vaksinasi di Kabupaten Malang terbilang lambat. Keterlambatan tersebut diakui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo
Klikwarta.com, Malang - Percepatan vaksinasi di Kabupaten Malang terbilang lambat. Keterlambatan tersebut diakui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo.
"Percepatan vaksinasi di Kabupaten Malang agak lambat, hal ini disebabkan karena Vaksinator belum mempunyai pola", sebut Arbani, Rabu (8/9/2021).
Kendala percepatan Vaksinasi, kata dia, bukan hanya masalah Petugas, tapi juga masalah Vaksinator Puskesmas yang belum mempunyai pola. Selain itu, para Vaksinator belum bisa mengukur kemampuan mereka, serta kurangnya komunikasi antara Vaksinator dan pihak Muspika.
Baca Juga : Berita Virus Corona
Karena itu, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh Puskesmas dan Muspika, belum lama ini, untuk dilakukan pemetaan Vaksinasi dan perencanaan, serta pendataan sasaran. Sehingga, Muspika bisa melaksanakan vaksinasi di tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan, setiap hari, ujar Arbani.
Meski demikian, ia tetap optimis target Vaksinasi harian di Kabupaten Malang, tercapai, yakni 25 ribu dosis/hari. Sebab Pemkab Malang melaksanakan Vaksinasi bekerjasama Fakultas Kedokteran, Organisasi Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
"Dengan kerjasama semua pihak ini, In Sya Allah target harian akan tercapai," harap dia.
Hingga saat ini progres Vaksinasi di Kabupaten Malang, secara keseluruhan telah mencapai kurang lebih 30 persen dari jumlah masyarakat yang ada di Kabupaten Malang.
“Jadi kalau merujuk pada target harian, kemungkinan akhir tahun target 70 persen bisa terpenuhi", demikian tandas Arbani.
(Pewarta: Edy)








