Ruas Jalan Abdul Hamid Pekon Rawas Rusak dan Berlubang, Warga Mengeluh

Kamis, 06/01/2022 - 17:01

Klikwarta.com, Pesisir Barat - Ruas jalan Abdul Hamid, di Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), rusak dan berlubang. Kerusakan Ruas jalan ini, banyak dikeluhkan  warga dan pengendara yang melintas.

Kerusakan terlihat sangat jelas. Sejumlah lubang yang ada di ruas jalan tersebut jadi genangan air, mirip kubangan. 

Jalan rusak ini, tepat berada dekat Rumah Dinas Wakil Bupati (Wabup)  Pesisir Barat. Selain itu, juga dekat dengan pusat Pemerintahan daerah Pesibar. Tentu sangat mustahil jika Pemda Pesibar tak mengetahui kondis jalan tersebut.

Terlebih, ada beberapa Kantor dinas Pemkab Pesibar, di kawasan Pekon Rawas. Misalnya, Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Juga ada kantor Dinas PUPR, yang seharusnya bertanggung jawab atas kerusakan infrastruktur dimaksud.

Jalan Abdul Hamid adalah jalan Kabupaten, sebagai jalan penghubung dari Desa menuju Rumah Sakit (RS) Muhammad Tohir. Selain itu juga sebagai akses warga dalam beraktivitas.

Tak hanya itu, jalan ini juga sebagai akses pendidikan menuju Sekolah yang ada di Pekon Rawas. Diantaranya, Sekolah Unggulan mulai tingkat SD, SMP hingga Menengah Atas, yakni SMAN 1 KRUI dan SMKN 1 KRUI.

"Jalan ini sudah lama rusak, Kondisinya sudah lumayan parah dan berlubang. Kalau hujan turun, sudah pasti terlihat menjadi kubangan air", keluh Hendri, salah seorang pengguna jalan.

Oleh karenanya, ia berharap agar jalan tersebut segera dilakukan perbaikan, guna memberikan rasa nyaman kepada masyarakat khususnya pengguna jalan.

Salah seorang wali murid, juga mengeluhkan hal yang sama. 

"Jalan ini rusak sudah lama, ada lubang dan genangan air, semoga cepat diperbaiki lah sama pejabat pejabat yang berwenang", ucapnya.

Diketahui, kerusakan jalan ini terjadi sejak awal 2021 lalu. Hal ini dibenarkan Sekdes Pekon Rawas, Syahrozi. Ia mengatakan, Pemerintah Pekon Rawas, sudah mengajukan proposal ke Dinas PUPR untuk dilakukan perbaikan pada ruas jalan tersebut.

"Permohonan untuk perbaikan sudah lama kita hantarkan sejak awal tahun 2021", aku Sekdes. Namun, hingga kini sudah memasuki tahun 2022 tak kunjung ada perbaikan.

"Hanya dilakukan penimbunan krokos saja, itu jelas tidak maksimal", ujar dia. "Padahal kita sudah memberikan tanah hibah untuk dibuatkan saluran agar ketika memasuki musim hujan seperti saat ini tidak terjadi genangan air", demikian tandas Syahrozi.

 

Pewarta: (Jokson).

Berita Terkait