.
Klikwarta.com, Kabupaten Semarang ---Semangat gotong royong kembali terlihat dalam pelaksanaan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Personel Satuan Tugas (Satgas) bersama warga bahu-membahu mengerjakan pembuatan kolom rangka besi sebagai penyangga utama untuk proses pengecoran atap rumah. Kebersamaan yang terjalin di lokasi pembangunan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu mempercepat penyelesaian sasaran fisik sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan.
Sejak pagi hari, anggota Satgas bersama warga telah berkumpul di lokasi pembangunan untuk menyiapkan material, mulai dari besi tulangan, kawat pengikat, hingga peralatan pendukung lainnya. Dengan penuh ketelitian, mereka merakit rangka besi yang nantinya akan menjadi kolom penyangga sebelum dilakukan pengecoran atap. Meski pekerjaan membutuhkan tenaga dan ketelitian, seluruh proses berlangsung dengan penuh semangat dan kekompakan.
Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho .,S.I.P.,M.M Komandan Satgas mengatakan bahwa pembangunan RTLH bukan sekadar membangun sebuah rumah yang layak huni, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan menjadi kunci utama agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang berkualitas.
"Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan menjadi kekuatan utama. Melalui gotong royong, pekerjaan yang berat terasa lebih ringan, sekaligus mempererat hubungan antara Satgas dengan masyarakat," ujarnya.
Antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Mereka tidak hanya membantu proses perakitan kolom besi, tetapi juga menyediakan konsumsi, mengangkat material bangunan, hingga membersihkan area kerja. Kehadiran Satgas di tengah masyarakat memberikan semangat tersendiri bagi warga untuk terus bergotong royong demi mewujudkan rumah yang aman, kokoh, dan nyaman untuk ditempati.
Pembuatan kolom rangka besi merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan RTLH. Struktur tersebut akan menopang beban atap sehingga harus dikerjakan sesuai standar konstruksi agar menghasilkan bangunan yang kuat dan tahan lama. Oleh karena itu, setiap proses dilakukan secara teliti dengan mengedepankan kualitas pekerjaan.
Melalui kerja sama yang harmonis antara Satgas dan masyarakat, pembangunan RTLH diharapkan dapat segera rampung sehingga penerima manfaat dapat menikmati hunian yang lebih layak. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kegiatan ini menjadi cerminan nyata semangat gotong royong yang telah lama menjadi identitas bangsa. Dari rangka besi yang dirakit bersama, terbangun pula jalinan kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan yang semakin kokoh, menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.








