Proses tahapan pembuatan dinding embung Desa Barua. Satgas dan masyarakat meningkatkan kekompakan dalam bingkai kemanunggalan.
Oleh: Eris (wartawan Klikwarta.com)
Menggali kedalaman, merobek tanah kering, menelusuri jejak tirta Gunung Lompobattang, teriring asa masyarakat Desa Barua, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng yang lama dinanti.
Melukiskan kisah nelangsa selama 5 tahun terakhir, kala musim kemarau tiba, kekeringan tak terhindarkan. Gambaran mutlak didesa itu yang menginginkan sentuhan dan pemerataan pembangunan.
Pagi menghantarkan harapan, sayup-sayup, ratusan prajurit TNI berdatangan, mengundang rasa penasaran. Sepagi itu, warga Barua berkumpul menyambut penuh keramah-tamahan.
Teriak komando terdengar kompak, berjajar ratusan prajurit mendengarkan arahan sang komandan Dansatgas TMMD ke-124, Inf. Eka Agus Indarta S.Psi., M.Psi. “Hari ini, kita fokus pengerjaan sasaran fisik dan non fisik”, tegasnya, bersambut teriakan kompak prajurit “siap komandan”.
Mengalirkan energi positif penuh semangat, pagi itu, rasa penasaran masyarakat pun terjawab, ratusan prajurit itu merupakan Satgas TMMD yang akan membangun desanya.
Sontak, turut menderap semangat, ratusan warga berbondong-bondong ikut serta membantu, memulai pengerjaan sasaran fisik, dari pembuatan embung 1 unit, rehab RTLH (Rumah Tak Layak Huni) 1 unit, rehab masjid dan pembuatan sumur bor 5 unit.
Bersatu dalam kekompakan, dibantu alat berat excavator, penggalian embung dimulai. Berjajar satgas dan masyarakat menyediakan material batu dan bahan semen di titik lokasi pembuatan. Bertahap, sesuai perencanaan, embung itu dibuat dengan ukuran 40 meter x 50 meter, kedalaman 3,5 meter.
“Ayo semangat” teriak salah satu anggota satgas memacu kegotong-royongan bersama masyarakat Barua. Memecah batu, mengangkat bongkahan batu besar dan menyusun berjajar membentuk pondasi dan dinding embung itu.
Tak ayal, sesekali anggota satgas terperosok, akibat licinya medan konstruksi bangunan. Lumpur dan bebatuan beririsan tersusun di kedalaman. Penuh kehati-hatian, pelekatan cor semen diperkuat dan disusun dengan seksama, memastikan penampungan air ke depan tidak bocor.
Dansatgas Eka Agus Indarta mengatakan, pebuatan embung ini sangat penting untuk mendukung kebutuhan air para petani, terutama saat musim kemarau tiba. Ini sejalan dengan program prioritas nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Embung ini juga sudah sangat dinantikan warga Desa Barua sejak lima tahun terakhir. Diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan hasil perkebunan seperti cengkeh, kakao, jagung, dan kelapa.
Mentari meninggi, teriknya menyengat ubun-ubun. Siang itu, tahapan demi tahapan pembangunan embung terus dilakukan dalam bingkai kemanunggalan TNI-Rakyat.
Di tempat lain, pembangunan sumur bor juga dilakukan dalam rencana manunggal air bersih di desa. Lima titik lokasi pengeboran dilakukan, sehingga, dipastikan cukup untuk ketersediaan air bersih di desa apabila musim kemarau tiba.
Hal itu juga merupakan upaya satgas dalam menjalankan amanah Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang menekankan mewujudkan manunggal air bersih didesa. Memastikan ketersedian air bersih bagi setiap warga masyarakat di Indonesia.
Tak hanya itu, guna mengatasi berbagai kesulitan masyarakat, satgas dan masyarakat juga merehab 1 unit RTLH milik Ruma (27) yang selama ini tinggal dengan keluarganya sebanyak 9 orang di rumah ukuran 9 meter X 7 meter.
Ruma mengisahkan, sebelumnya mereka harus tidur saling berhimpitan, dengan kegelapan tanpa aliran listrik, tanpa MCK dan kurangnya aliran air bersih. Bahkan rumah itu, beratapkan Rumbia berlantaikan tanah, bertetanggakan dengan kandang ternak.
Disaat hujan tiba, tetesan air membasahi ruangan rumah karena bocor, disaat siang hari bau kotoran binatang ternak menyengat seakan sudah terbiasa dengan kehidupan seperti ini. Ini merupakan suatu potret salah satu kehidupan warga yang kurang beruntung dalam suatu kehidupan di jaman modern sekarang ini.
Melihat kondisi itu, Satgas sigap mengunci perubahan, merehab keseluruhan bangunan rumah untuk menjadi layak. Bersambut harapan dan keramahan penerima rehab RTLH, satgas memulai perehaban di bantu tukang.
Diungkapkan Ruma penuh syukur, “Terimakasih TNI dan pemerintah Daerah, selanjutnya, anak-anak kami bisa belajar malam hari dan kami bisa menempati rumah yang layak seperti orang lain”.
Menanggalkan ketertinggalan, TNI hadir memberikan solusi kepada masyarakat Desa Barua. Di tempat ibadah masjid, satgas dibantu masyarakat juga membuat MCK (mandi, cuci, kakus) dan tempat wudhu.
Hal ini sesuai aspirasi masyarakat desa, seperti yang diungkapkan salah satu warga Barua, Ardi (40), bahwa sebelumnya warga saat melaksanakan beribadah di masjid harus berwudhu di rumah dan bila mau buang air kecil juga harus pulang ke rumah, sehingga sangat mengganggu kenyamanan beribadah.
Kemudahan semakin ‘ketara’, solusi itu menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada TNI. Mendekap kemanunggalan dalam satu misi pemerataan pembangunan.
-
Memperkuat Ketahanan, Kemandirian Desa Terwujud
Hari demi hari berganti, meski terkadang cuaca kurang mendukung karena turun hujan, namun tak menyurutkan semangat juang satgas dan masyarakat untuk menuntaskan pekerjaan sasaran fisik TMMD.
Dengan penuh semangat, bahu membahu mereka tetap memperkuat kemanunggalan demi mewujudkan ketahan dan kemandirian desa.
Embung merupakan kebutuhan vital bagi perekonomian desa, mengingat masyarakat desa menggantungkan perekonomiannya di sektor pertanian.
“Dengan adanya embung, maka, produktivitas pertanian didesa akan semakin meningkat, khususnya cengkeh, kakao, jagung dan kelapa. Prospek ke depan bisa panen beberapa kali dalam setahun”, ungkap Dansatgas Eka Agus Indarta, merinci potensi desa pasca TMMD.
Sambungnya, ketersediaan air sangat penting untuk pengairan di Desa Barua. Maka, semua potensi sektor pertanian di desa prospek terwujud ke depan.
“Maka dari itu, meski, cuaca yang sangat tidak menentu bukan alasan bagi personel Satgas TMMD untuk tidak bekerja membangun untuk kemajuan Desa Barua. Dalam kondisi apapun baik hujan rintik-rintik dan panas yang terik semua tetap bersemangat untuk menyelesaikan semua kegiatan fisik maupun non fisik dalam program TMMD”, ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Barua Mursalim S.Pd , mengatakan terimakasih kepada Satgas TMMD ke-124, Kodim 1410/Bantaeng dan Pemerintah Daerah Bantaeng yang melaksanakan TMMD di desanya.
“ini harapan kami bisa terwujud dengan adanya dorongan untuk memajukan dan mensejahterakan Desa Kami. Kami bersama Masyarakat sangat menyambut positif dan mengapresiasi serta kami selalu siap membantu kegiatan yang di lakukan satgas TMMD Kodim 1410/Bantaeng di desa Kami", cetusnya.
-
Wujudkan Masyarakat Bermartabat
Memaksimalkan ketahanan dan kemandirian desa juga dilakukan sasaran non fisik oleh satgas TMMD dengan melakukan berbagai penyuluhan serta pelayanan kesehatan gratis. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan kulitas kehidupan masyarakat Desa Barua.
Untuk meningkatkan wawasan kebangsaan di Desa Barua, Kecamatan Eremerasa, Satgas TMMD bekerjasama dengan Kesbangpol Kabupaten Bantaeng melaksanakan penyuluhan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, dengan menghadirkan narasumber dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bantaeng, Faisal, S.Stp., M.Si., Kapten Inf Andi Usman Danramil 1410-01/Bissappu selaku Plt Dansatgas TMMD ke 124 Kodim 1410/Bantaeng dan para peserta penyuluhan yang berasal dari Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Perangkat desa dan warga masyarakat terutama para pemuda Desa Barua, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bantaeng Faisal, S. Stp., M.Si., menyampaikan materi dalam penyuluhan Wasbang, Bapak Faisal selaku pemateri menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu dari kegiatan non fisik program TMMD ke 124 Kodim 1410/Bantaeng yang bertujuan untuk membangun karakter masyarakat yang cinta tanah air, menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan wilayah, bangsa dan negara. Sebagai contoh dikaitkan dengan program TMMD yang saat ini berjalan tentunya masyarakat bersama Satgas TMMD bergotong royong, saling membantu untuk membangun Desa, itu merupakan salah satu wujud menjaga persatuan dan kesatuan.
Warga masyarakat Desa Barua sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut. Mereka sadar akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain itu, juga dilakukan Penyuluhan pertanian, dengan menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng. Dalam penyuluhan itu, masyarakat dibekali pengetahuan terkait berbagai varietas unggulan disektor pertanian, mulai dari cara tanam, hingga perawatan serta cara panen.
Disamping itu, masyarakat diberi pemahaman terkait swasembada pangang didesa. Hal ini untuk memaksimalkan kemandirian desa terkait pangan.
Kemudian, untuk meningkatkan kesehatan dilakukan Penyuluhan Kesehatan. Dr. Andi Ihsan M. Kes (Kadis Kesehatan Kabupaten Bantaeng), memberikan materi penyuluhan kesehatan, penyuluhan ini menjadi langkah proaktif dalam mendekatkan pelayanan kesehatan secara menyeluruh, memberikan informasi yang beragam tentang upaya menjaga kesehatan.
Sementara Pelaksana Tugas Dansatgas TMMD ke 124 Kodim 1410/Bantaeng Kapten Inf Andi Usman mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan ini merupakan salah satu Progam non fisik TMMD bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat.
Melalui sinergi yang kuat antara Satgas TMMD, Dinas Kesehatan, dan masyarakat setempat, diharapkan upaya bersama dalam memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan itu, juga dilakukan pembagian sembako, pembagian alat olahraga bola voli dan takraw.
-
Kemanunggalan Semakin Kokoh Terwujud
Program TMMD merupakan wujud nyata kepedulian dan peran serta TNI dalam membantu pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan wilayah pedesaan.
Program ini memiliki makna strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat persatuan antara TNI dan rakyat.
Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzi Nurdin menegaskan melalui TMMD kita melihat bagaimana TNI tidak hanya berperan sebagai penjaga kedaulatan negara tetapi juga sebagai komponen bangsa yang turut serta dalam membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program TMMD ini kita harapkan dapat mempercepat pembangunan desa dan mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat desa pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen untuk terus mendukung program TMMD, kami akan mengalokasikan sumber daya yang diperlukan dan memfasilitasi pelaksanaan program agar dapat berjalan dengan lancar dan mencapai hasil yang optimal.
"Saya mengajak untuk turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan TMMD ini mari kita jadikan momentum ini sebagai ajang untuk bersatu padu membangun Desa, kita menjadi lebih maju mandiri dan sejahtera dengan semangat kebersamaan dan gotong royong tidak ada hambatan yang tidak dapat kita atasi bersama," jelas Bupati.
Komandan Korem (Danrem) 141 Todopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, S.Sos, M.M. mengucapkan terimakasih kepada Bupati Bantaeng atas pelaksanaan TMMD di Kabupaten Bantaeng. Program TMMD ini bertujuan untuk membantu kesulitan masyarakat sekitar Bantaeng terutama di Desa Barua terkait kegiatan fisik pembangunan embung.
"Embung ini sangat dibutuhkan oleh para petani ketika musim kemarau tentunya kedepan tidak lagi mengalami kesulitan air di pertanian atau di kebun mereka. Kami berterima kasih atas kolaborasi yang sangat kuat di Kabupaten Bantaeng antara Bupati Dandim, Polres, Ketua Pengadilan Negeri, Kajari dan semua pihak.
Pelaksanaan TMMD Bantaeng dengan sasaran fisik pembangunan embung merupakan bagian daripada tujuan dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hal ini bisa tercapai dengan adanya TMMD pembuatan embung yang terletak di Desa Barua, Kecamatan Eremerasa dengan harapan masyarakat tidak kesulitan air.
"Selama ini kita biasanya membangun jalan membuka jalan mengatasi jarak, mengecilkan jarak antara desa dengan desa, tapi ini buat kami suatu hal yang menarik dan baru, bagus tepat dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat", pungkasnya.
Di tempat terpisah, Ketua Tim Wasev TMMD ke 124, Brigjen TNI Mangaraja Simanjuntak mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Kodim 1410/Bantaeng yang melaksanakan kegiatan TMMD ke 124 dengan penuh rasa tanggung jawab.
“Kami mewakili Staf Angkatan Darat mengucapkan banyak terimakasih karena pelaksanaan TMMD ke 124 ini bisa terlaksana dengan baik, karena dukungan dari Pemerintah Daerah dan masyarakat yang sudah ikut berpartisipasi, dan memberi dukungan sehingga kegiatan TMMD yang sudah berjalan beberapa hari ini terus lancar dan sukses," ungkap Brigjen TNI Mangaraja Simanjuntak.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Wasev berharap bahwa dengan diadakannya program TMMD ke 124 di Wilayah Kabupaten Bantaeng ini hasilnya betul-betul bisa bermanfaat bagi masyarakat bangsa dan Negara.
"Dengan adanya embung ini masyarakat tidak kesulitan air pada saat musim kemarau sehingga bisa mengairi perkebunan dan persawahan petani. Kami berharap embung ini betul betul di manfaatkan masyarakat demi menopang swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo," jelasnya sembari meninjau seluruh titik sasaran fisik TMMD.
Warga Desa Barua, Awal (33 ) mengatakan, dengan adanya sasaran fisik TMMD, khususnya pembangunan Embung, menjadi solusi kongkrit bagi permasalahan didesa.
“Saya selaku warga Desa Barua tentunya sangat bersyukur, karena kami tidak lagi berebut air dengan warga yang lain. Terimakasih TNI, terimakasih Satgas TMMD ke 124 TA 2025 Kodim 1410/Bantaeng serta Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng berkat sinergitas dan kerja keras, kami semakin bersemangat untuk bertani karena solusi dari musim kemarau yang kami alami setiap tahun yang berkepanjangan dan berkelanjutan tentunya bukan masalah lagi buat kami", harapnya.
Semua kesulitan itu, bak berlalu ditengah ketukan asa yang selama ini dialami mayarakat Desa Barua. Kemandirian dan ketahan Desa Barua terwujud berkat TMMD ke-124. (*)








