Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BPJN NTT, Nur Indah Indriani
Klikwarta.com, Ruteng - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah gencar melakukan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayahnya. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BPJN NTT, Nur Indah Indriani, mengungkapkan bahwa berbagai proyek tengah dikerjakan dengan alokasi anggaran puluhan miliar rupiah.
"Kita ada alokasi anggaran 5 miliar dikerjakan oleh PT. Menara Armada Pratama. Di situ ada beberapa lingkup pekerjaan, yang pertama pemeliharaan rutin kondisi. Di situ ada tutup-tutup lubang, kemudian ada pembuatan saluran, perbaikan saluran, saluran mortar," jelas Nur Indah Indriani kepada Klikwarta.Co, Rabu (6/11/2025).
Selain itu, terdapat pula lingkup holding yang sejalan dengan pemeliharaan rutin kondisi. Untuk kreativitas jembatan, dilakukan perbaikan pasangan batu di jembatan dan pengamanan daerah aliran sungai di bawah jembatan.
Penanganan Longsor di Jembatan Wae Reno Jadi Prioritas
Salah satu fokus utama adalah penanganan longsoran di Jembatan Wae Reno, STA 11, yang berada di Rute KM 10 dari batas kota Ruteng.
"Di sebelah kanan, kita ada dinding penahan tanah (DPT) pasangan batu, selanjutnya ada saluran. Jadi kita protect di situ supaya tidak mengelop ke jalan," ungkapnya.
Di sisi kiri, dilakukan pemasangan DPT beton sebagai penahan, dengan sebagian area dirabat beton oleh PT. yang mengerjakan proyek tersebut.
Anggaran 24 Miliar untuk Rehabilitasi Minor Mayor dan Preventif
Nur Indah juga menjelaskan bahwa terdapat anggaran sebesar 24 miliar rupiah untuk menangani beberapa titik dengan berbagai lingkup pekerjaan.
"Tadi hampir sama, pemeliharaan rutin kondisi, tutup lubang, kemudian perbaikan saluran. Selanjutnya ada holding, ada pemeliharaan jembatan," jelasnya.
Pemeliharaan jembatan meliputi pekerjaan rabat di jembatan dan pengamanan di Sungai Wae Pesi. Selain itu, dilakukan rehabilitasi minor mayor dengan pengaspalan di beberapa segmen.
"Setelah selesai kita tinggal kasih marka aja," imbuhnya.
Penanganan Longsor di STA 37: DPT Beton dan Saluran U-Ditch
Penanganan longsor juga dilakukan di beberapa titik, salah satunya di STA 37 yang berada di ruas jalan Ruteng-Reo.
"Di sebelah kanan kalau dari Ruteng ke Reo itu ada DPT. Sebelah kanan itu ada DPT, selanjutnya kita buatkan saluran untuk langsung menuju ke pembuangan," jelasnya.
Di bagian tengah, area tersebut dilindungi dengan DPT beton sepanjang 19 meter, dilengkapi dengan saluran U-Ditch. Untuk perkuatan di ujung, dipasang DPT beton dengan fondasi burpel di bawahnya. Beberapa bangunan terjunan juga dibangun untuk mengalirkan air.
Koordinasi dengan BBWS dan Kajian Dampak Lingkungan
Nur Indah menegaskan bahwa setiap desain yang diaplikasikan di lapangan telah melalui perhitungan yang matang dan direncanakan oleh tenaga perencanaan.
"Pasti Om, iya karena itu kan juga awalnya di BBWS ya. Kita bisa membangun di sungai seperti itu kita sudah koordinasi dengan BBWS," ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa setiap perjanjian pembangunan selalu disertai dengan kajian dampak lingkungan.
Progres Dikejar, Target Selesai Akhir Tahun Meski Musim Hujan
Nur Indah menyampaikan bahwa progres pekerjaan sudah mencapai 85%, sementara di batas kota Ruteng KM 10 sudah 75%.
"Itu semua ditargetkan selesai di akhir tahun 31 Desember 2025 itu jadi tantangan kita," ujarnya.
Menghadapi tantangan musim hujan, BPJN NTT telah menyiapkan skema percepatan, termasuk penambahan tenaga kerja dan sumber daya, agar pekerjaan tidak terlambat.
"Karena kalau hujan itu kan cuaca yang tidak bisa menjadi alasan kita untuk terlambat seperti itu," tegasnya.
Kontributor : Kordian








