Wamen Ekraf Tegaskan Ekonomi Kreatif Masa Depan Bangsa di ILEAD SUMMIT 2026

Selasa, 12/05/2026 - 13:51
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menjadi pembicara dalan Business Insight Seminar “The Creative Economy Imperative: Why Leaders Who Unlock Creativity Win” pada ILEAD SUMMIT 2026 di Erajaya Corporate University, Jakarta, Senin (11/5/2026)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menjadi pembicara dalan Business Insight Seminar “The Creative Economy Imperative: Why Leaders Who Unlock Creativity Win” pada ILEAD SUMMIT 2026 di Erajaya Corporate University, Jakarta, Senin (11/5/2026)

Klikwarta.com, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menegaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan. Hal itu disampaikan dalam Business Insight Seminar “The Creative Economy Imperative: Why Leaders Who Unlock Creativity Win” pada ILEAD SUMMIT 2026 di Erajaya Corporate University, Jakarta, Senin (11/5).

Irene menyampaikan, guna mencapai tujuan tersebut perlu adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui ekosistem distribusi dan ritel perangkat teknologi seperti Erajaya Swasembada.

_“Creative economy is future growth for economy_. Sumber daya alam bisa habis, tetapi kreativitas tidak terbatas. Ekonomi kreatif terus berkelanjutan yang digerakkan dengan ide, kreativitas, dan inovasi serta didukung pula melalui teknologi yang valid. Hal yang paling menentukan seperti apa ide atau inisiatif tersebut bisa dikembangkan melalui eksekusi bisnis dan berdampak kreatif,” ungkap Irene.

Wamen Ekraf menambahkan, kolaborasi bisa dilakukan melalui pendekatan _hexahelix_ dengan melibatkan pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan. Masing-masing pihak memiliki peran penting untuk menyatukan kekuatan ekonomi berbasis kreativitas yang mampu menciptakan nilai tambah bagi Indonesia.

_“Impossible to do it ourselves, hexahelix collaboration is the key_. Supaya bisa mempersatukan bangsa dan maju bareng, kita harus mulai menjajaki pasar digital bagi produk maupun karya kreatif dari Indonesia. Apalagi Indonesia punya _source code or unique selling point_ berupa budaya yang tidak dimiliki negara lain,” jelasnya.

Dalam acara bertema “Ignite Creative Edge”, Wamen Ekraf juga memaparkan berbagai capaian subsektor ekonomi kreatif Indonesia, mulai dari animasi, gim, aplikasi digital, musik, fesyen berkelanjutan, hingga _intellectual property_ (IP) lokal yang kini mulai dikenal dunia. 

Deputy Group CEO Erajaya, Hasan Aula mengapresiasi kehadiran Wamen Ekraf. Menurutnya, banyak perspektif baru terkait pentingnya kreativitas sebagai bagian dari strategi bisnis yang membangun peluang bagi industri kreatif secara berkelanjutan.

“ILEAD SUMMIT 2026 menjadi momentum penting bagi Erajaya untuk meningkatkan kepemimpinan, inovasi, dan kreativitas bagi seluruh lini perusahaan. Ekonomi kreatif juga menjadi _engine_ utama yang mampu menciptakan diferensiasi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis secara konsisten dan terukur. Kami melihat banyak peluang kolaborasi dengan Kementerian Ekraf yang bisa memperkuat industri kreatif di Indonesia,” ujar Hasan Aula.

Ekonomi kreatif menjelma tak sekadar hobi, tetapi berkontribusi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Seminar Business Insight ini juga menjembatani inovasi dan apresiasi terhadap penguatan digitalisasi dan pengembangan ekosistem teknologi yang unggul dalam hal _leadership_ untuk memenangkan kompetisi global.

Turut mendampingi Wamen Ekraf Irene yaitu Direktur Teknologi Digital Baru, Dandy Yudha Feryawan. Sementara  hadir pula Board of Director PT Erajaya Swasembada yang terdiri dari Group CEO Budiarto Halim; Deputy CEO Erajaya Digital, Jong Woon Kim; CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto; CEO Erajaya Food & Nourishment, Jeremy Sim, serta Executive Vice President Operation Strategy & Development Group BCA, Susanwati. (**) 

Tags

Berita Terkait