Terus Belajar, Terus Bertumbuh: Cerita Guru Menghadirkan Pembelajaran Bermakna

Selasa, 03/11/2026 - 06:07
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, bersama Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, Dirjen GTK, Nunuk Suryani, dan Sekjen, Suharti, pada peluncuran Bulan Guru Nasional 2026, Jakarta (30/10). Fotografer: tim Setditjen GTK

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, bersama Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, Dirjen GTK, Nunuk Suryani, dan Sekjen, Suharti, pada peluncuran Bulan Guru Nasional 2026, Jakarta (30/10). Fotografer: tim Setditjen GTK

Klikwarta.com, Jakarta - Menjadi guru berarti terus belajar, karena guru merupakan kunci utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Untuk itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan inspirasi dan keteladanan bagi murid.

Semangat tersebut menjadi pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam momentum Bulan Guru Nasional 2026. Guru diharapkan tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam belajar, menginspirasi, dan terus mengembangkan diri. Sebab, guru yang terus bertumbuh akan membuka lebih banyak kesempatan bagi murid untuk berkembang.

Komitmen tersebut terus diperkuat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui berbagai program peningkatan kompetensi guru. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pembelajaran yang terus berkembang, mulai dari penguatan pendekatan mengajar dan pemanfaatan teknologi hingga peningkatan kesejahteraan psikologis guru.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, menegaskan bahwa pelatihan guru harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. “Kami mendengar harapan guru-guru yang ingin terus mengembangkan diri. Komitmen kami adalah menghadirkan pelatihan yang bermakna, yang dampaknya benar-benar dirasakan guru dan murid di ruang kelas,” ujar Dirjen Nunuk.

*Belajar dari Pelatihan, Bertumbuh di Ruang Kelas*

Manfaat program peningkatan kompetensi tersebut dirasakan langsung oleh para guru yang mengikuti berbagai pelatihan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). Bagi mereka, pelatihan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka perspektif baru dan mendorong perubahan dalam praktik pembelajaran di kelas.

Wahyu Setiawan, guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP Negeri 216 Jakarta, merasakan manfaat pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Digitalisasi Pembelajaran. Melalui pelatihan tersebut, ia terdorong untuk lebih kreatif memanfaatkan teknologi guna menghadirkan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. “Setelah mengikuti pelatihan, saya semakin memahami pentingnya pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Saya mulai memadukan Pembelajaran Mendalam dengan platform Ruang Murid pada Rumah Pendidikan. Respons murid sangat positif. Mereka lebih antusias mengikuti pembelajaran. Ini memotivasi saya untuk terus berinovasi,” ungkap Wahyu.

Pengalaman berbeda dalam mengembangkan praktik pembelajaran dirasakan Mustika Nurdiati, guru IPA SMPIT Al-Khoiriyah Al-Husna, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Setelah mengikuti Program Prioritas Kesejahteraan Psikologis Guru, ia semakin memahami pentingnya menjaga kesejahteraan psikologis diri sendiri, sekaligus memperhatikan kondisi psikologis murid. “Saya belajar bahwa guru juga perlu memperhatikan kesejahteraan psikologisnya. Salah satu materi yang paling berkesan adalah _reframing_, yaitu mengubah cara pandang terhadap pengalaman negatif menjadi lebih positif. Saya menerapkannya kepada murid dengan mengajak mereka memahami bahwa bukan tidak bisa, tetapi belum bisa. Hasilnya, murid lebih berani menghadapi kesulitan dan tidak mudah menyerah,” tutur Mustika.

Sementara itu, Yuanita Widyaningrum, guru SLB Negeri Pahlawan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memperoleh perspektif baru setelah mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA) berbasis Kelompok Kerja Guru (KKG). Materi tentang pola pikir bertumbuh mendorongnya untuk terus mencari strategi pembelajaran yang tepat dalam mendampingi murid berkebutuhan khusus. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan BERKARYA, yaitu aktivitas belajar yang membimbing murid kelas II SDLB untuk berkreasi dan menghasilkan karya sederhana. “Saya belajar bahwa ketika strategi pembelajaran belum berhasil, bukan berarti guru gagal atau murid tidak mampu. Bisa jadi strateginya yang perlu diperbaiki. Saya mulai menerapkannya melalui kegiatan BERKARYA dan pemanfaatan Papan Interaktif Digital. Melihat murid lebih bersemangat, berani mencoba, dan menunjukkan kemajuan sekecil apa pun menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya,” ungkap Yuanita.

Ketiga pengalaman tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru dapat membawa perubahan nyata dalam praktik pembelajaran. Pemanfaatan teknologi, perhatian terhadap kesejahteraan psikologis, serta penerapan pola pikir bertumbuh menjadi bagian dari upaya guru menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan murid. Melalui berbagai program pengembangan kompetensi, Kemendikdasmen terus mendorong semakin banyak guru untuk memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan praktik baik. Dengan guru yang terus belajar dan bertumbuh, diharapkan semakin banyak murid mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas.

(Penulis: Tim Setditjen GTK/Editor: Rany, Seno/Fotografer: Tim Setditjen GTK).

Berita Terkait