Pondok Ikan Kering di Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu
Kota Bengkulu, Klikwarta.com - Pembuat ikan kering atau ikan asin di Kelurahan Malabero berharap kepada pemerintah Bengkulu memberikan bantuan modal Untuk mengembangkan sentra pengolahan ikan asin hasil tangkapan nelayan Malabero.
"Kita perlu modal lebih banyak untuk mengembangkan sentra pengolahan ikan kering ini. Peminatnya banyak, bahkan jadi langganan wisatawan dari luar Bengkulu, jadi sayang kalau tidak dikembangkan," ujar Yusnadi (58).
Dia mengatakan pelanggan ikan kering di Kelurahan Malabero tidak hanya dari Bengkulu saja, bahkan sudah sampai ke luar Bengkulu seperti Medan, Palembang, Lampung dan daerah lainnya.
"Ikan kering ini bisa menjadi olahan khas Bengkulu, karena proses pembuatan produk olahannya berbeda dengan yang lain. Jadi, saya harap pemerintah mau memfasilitasi serta memberikan bantuan modal untuk pengembangannya," ungkapnya.
Disampaikan Yusnadi, proses pembuatan olahan ikan kering tersebut dengan cara mencuci ikan segar dengan air garam, kemudian dijemur selama tiga hari tanpa melalui proses perebusan terlebih dahulu.
"Jenis ikan yang dikeringkan tidak melulu harus ikan kualitas ekspor, namun ikan konsumsi biasa juga bisa," katanya.
Lanjutnya, untuk omset penjualan ikan kering relatif, tiap kios berbeda, untuk hari biasa rata-rata mereka mendapatkan Rp 100 ribu - Rp 300 ribu. "Namun, kalau hari libur nasional, pendapatan kami bisa sampai Rp 1 juta per hari," pungkasnya. (AF)








