Demo Berakhir Ricuh, 8 Kader HMI Diamankan, 2 Petugas Alami Luka

Selasa, 18/09/2018 - 16:54
Massa HMI dihalau petugas saat mendesak masuk ke gedung DPRD

Massa HMI dihalau petugas saat mendesak masuk ke gedung DPRD

Klikwarta.com - Ratusan Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bengkulu gelar aksi demo di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Selasa (18/9/2018).

Aksi yang awalnya damai berujung ricuh dan terjadi aksi dorong antar petugas dan massa HMI. Tak sampai disitu saja setelah perwakilan DPRD Waka II DPRD Soeharto mencoba untuk melakukan mediasi namun massa enggan untuk mediasi karena massa mendesak untuk masuk ke dalam gedung DPRD Provinsi. 

Aksi dorong terus berlanjut hingga petugas keamanan harus melakukan tindakan tegas untuk membubarkan massa dengan menyemprotkan air kekerumunan massa dan melepaskan gas air mata. Namun tindakan tersebut justru menyulut emosi massa dan akhirnya massa bertindak anarkis dengan melempari batu ke arah gedung DPRD Provinsi Bengkulu. 

Berkali-kali petugas memaksa untuk membubarkan massa dengan menerjunkan 2 mobil Water Cannon dan menembakkan gas air mata namun itu tidak menyurutkan niat massa untuk masuk kedalam gedung DPRD Provinsi. 

Melihat situasi yang sudah mulai tak kondusif maka tim Sabhara Polda Bengkulu diturunkan untuk melakukan pengamanan,  dengan mengamankan 8 massa HMI dan dimintai keterangan.

Kapolres Bengkulu AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo, S. IK mengatakan sesuai SOP yang berlaku terpaksa menurunkan semua unit untuk melakukan pengamanan. 

"Semua yang kita tangkap adalah korlap dan provokator aksi,  ada sekitar 8 yang kita amankan dan saat ini masih kita mintai keterangan" kata Prianggodo. 

Prianggodo menambahkan ada sekitar 2 orang petugas yang dilarikan Dokkes untuk melakukan perawatan,  luka yang diakibatkan karena lemparan batu dan kayu. 

"Anggota kita yang terluka sudah kita lakukan penanganan di Dokkes,  untuk massa yang kita amankan belum kita lakukan penindakan lebuh lanjut karena masih kita mintai keterangan" tutup Prianggodo. (Ferdi) 

Hmi
Massa HMI saat dipaksa dibubarkan petugas

 

Berita Terkait