Kemendikdasmen Dorong Pendampingan Proaktif bagi Seluruh Murid
Klikwarta.com, Jakarta - Ketika tantangan yang dihadapi murid semakin beragam, kebutuhan akan pendampingan di sekolah pun ikut berubah. Layanan bimbingan dan konseling (BK) kini didorong untuk hadir lebih dekat dengan keseharian murid, tidak hanya untuk menyelesaikan persoalan, tetapi juga mendampingi proses tumbuh dan berkembang mereka.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong transformasi layanan BK di seluruh satuan pendidikan melalui pendekatan transformatif-komprehensif yang bersifat preventif, proaktif, dan memberdayakan seluruh murid.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, pada pembukaan Konvensi Nasional XXV, Kongres Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) XV, serta Seminar dan Konferensi Internasional Bimbingan dan Konseling (_International Seminar and Conference on Guidance and Counseling_/ISCGC) yang berlangsung di Jakarta, Rabu (16/9).
“Layanan BK tidak boleh lagi terjebak paradigma lama sebagai ‘polisi sekolah’ atau tempat menghukum anak nakal. Arah kebijakan BK bergeser dari kuratif-administratif menjadi model transformatif-komprehensif yang tidak menunggu masalah datang, melainkan membangun ekosistem perkembangan murid yang proaktif dan _data-driven_,” ujar Wamen Atip.
Wamen Atip menegaskan bahwa dinamika disrupsi digital, tekanan prestasi, kecanduan gawai, krisis identitas, perundungan siber, hingga kompleksitas pilihan karier menuntut peran guru BK sebagai fasilitator perkembangan, _coach_, dan advokat. Menurutnya, layanan BK transformatif ini bersandar pada empat pilar utama yaitu _developmental_ (sesuai tahap perkembangan usia), komprehensif, sistemik, dan _transformative justice_ (keadilan transformatif).
Guna memperkuat landasan hukum layanan tersebut, Kemendikdasmen kini tengah merekonseptualisasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah agar responsif terhadap tantangan zaman. Selain itu, pemerintah berupaya mengatasi kesenjangan pemenuhan rasio ideal guru BK.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (SKM) Bidang Peningkatan _Science, Technology, Engineering, and Mathematics_ (STEM) dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni Rahiem, menjelaskan langkah kementerian dalam pengembangan kompetensi guru dalam memberikan layanan BK melalui program penyiapan 270 ribu pembimbing lewat modul pelatihan “Tujuh Jurus BK Hebat”. Program yang memanfaatkan _Learning Management System_ (LMS) ini membekali guru BK maupun non-BK agar memiliki kompetensi dasar bimbingan psikososial dan karakter bagi murid.
“Tujuannya bukan mengubah seluruh guru menjadi guru BK profesional, melainkan membekali setiap pendidik dengan _basic counseling skills_ untuk mengenali potensi, mengelola emosi, menumbuhkan resiliensi, hingga membangun komunikasi empatik. Kementerian juga memperkuat peran guru wali berdasarkan Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025 terkait beban kerja guru, di mana 2 jam tatap muka mengajar dapat dialokasikan untuk bimbingan mendalam kepada murid,” jelas Maila.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar ABKIN, Moh. Farozin, mengatakan bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan yang bertujuan memfasilitasi perkembangan murid secara utuh dan optimal. Menurutnya, layanan BK tidak hanya diperuntukkan bagi murid yang mengalami kesulitan, tetapi juga memiliki fungsi pencegahan, pengembangan, dan pemeliharaan. Farozin juga menyampaikan pentingnya pemenuhan jumlah guru BK profesional dengan perbandingan satu guru BK untuk 150 murid.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Andi Hadianto, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini untuk melahirkan rekomendasi nyata bagi penguatan profesi konselor di tingkat nasional maupun global.
Melalui transformasi paradigma, pembaruan regulasi, serta penguatan kapasitas pendidik, Kemendikdasmen berkomitmen menempatkan bimbingan dan konseling sebagai salah satu unsur pendidikan yang mendukung perkembangan murid secara utuh serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menggembirakan. (**)








