Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, Arief Setiadi
Klikwarta.com, Jakarta - BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan Program JKN tidak hanya fokus dalam menjaring dan menjamin pelayanan kesehatan peserta namun juga berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bersama Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan pemangku kepentingan dalam hal ini Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur yang salah satunya dilakukan dengan penerapan program promotif preventif dan Prolanis.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, Arief Setiadi saat membuka kegiatan Optimalisasi Program Promotif Preventif dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Pada Fasilitas Kesehatan di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur, Senin (11/08).
Arief mengatakan bahwa program promotif dan preventif sudah tertuang di dalam perjanjian kerjasama yang dibuat oleh BPJS Kesehatan dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang pelayanannya meliputi penyuluhan kesehatan perorangan, imunisasi rutin, keluarga berencana bekerjasama dengan BKKBN, skrining riwayat kesehatan dan peningkatan kesehatan bagi peserta penderita penyakit kronis.
Untuk skrining kesehatan sendiri pada tahun 2024 tercapai 647.070 peserta yang melakukan skrining dan di tahun 2025 ini sampai dengan 13 Juni 2025 telah tercapai 131.937 peserta yang melakukan skrining. Skrining riwayat kesehatan bisa juga dilakukan secara mandiri oleh peserta melalui pengisian pertanyaan pada Aplikasi Mobile JKN, website resmi BPJS Kesehatan, Pandawa atau Aplikasi P-care di FKTP.
”BPJS Kesehatan berharap seluruh FKTP di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur untuk bisa meningkatkan pelaksanaan promotif dan preventif dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dengan memberikan informasi dan edukasi tentang kesehatan, faktor risiko penyakit dan pentingnya gaya hidup sehat. Selain itu juga membentuk perilaku sehat dengan mendorong masyarakat untuk mengadopsi perilaku positif seperti pola makan sehat, olahraga teratur dan menjaga kesehatan. Program promotif dan preventif juga menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dengan cara melibatkan upaya untuk menciptakan lingkungan bersih, aman dan kondusif untuk kesehatan,” pungkas Arief.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur, Inu Harimurti mengatakan bahwa FKTP berperan penting dalam deteksi awal peserta yang berpotensi risiko penyakit melalui skrining riwayat kesehatan maupun pemeriksaan awal kepada peserta. Selain program promotif dan preventif, untuk meningkatkan kualitas kesehatan peserta JKN, bagi pasien yang berpotensi maupun memiliki penyakit kronis agar terkendali maka perlu juga dilaksanakan Prolanis. Prolanis adalah pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan peserta penderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.
“Saya yakin untuk skrining kesehatan dapat meningkat capaiannya dengan upaya memberdayakan petugas administrasi maupun satpam di FKTP, tidak hanya dokter ataupun perawat yang melakukan kepada pasien. Skrining riwayat kesehatan ini sangatlah mudah karena hanya cukup menjawab pertanyaan saja maka akan terhitung satu peserta telah mengisi, namun saya kembali ingatkan untuk peserta JKN mengisi skrining dengan kondisi yang sebenarnya sebab nanti akan muncul angka risiko, dari angka risiko tersebut 50 persennya itu akan dievaluasi. Untuk Prolanis saya yakin di FKTP telah melaksanakan namun kembali lagi dari kesadaran pasien apakah mau ikut kedalam grup Prolanis atau tidak, hal tersebut perlu upaya lebih dari FKTP untuk mengajak pasien,” ujar Inu.
Sebagai tambahan informasi sampai dengan bulan Juni 2025, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur telah bekerjasama dengan 122 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri dari 10 Puskesmas, 89 Klinik Pratama Swasta, 15 Klinik Pratama TNI, empat Klinik Pratama Pemerintah, tiga Klinik Pratama POLRI dan satu dokter praktek perorangan dan juga bekerjasama dengan 48 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang terdiri dari 29 Rumah Sakit Swasta, delapan Rumah Sakit Pemerintah Daerah, enam Rumah Sakit TNI/POLRI, empat Rumah Sakit Kementerian, satu Rumah Sakit BUMN. Sebagai penunjang BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur juga bekerjasama dengan delapan optikal, 15 apotek PRB dan 44 apotek obat kronis. (*)








