Pemilik Cafe Dapat Pembinaan dan Dilakukan Pendataan oleh Petugas Dari Disporaparbud dan Satpol PP Purwakarta.(foto: IKK/klikwarta)
Purwakarta, klikwarta.com - Pemkab Purwakarta melalui Bidang Pariwisata, Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) dan Satuan Polisi Pamong Praja, terus melakukan pembinaan dan mensosialisasikan kesiapan protokol kesehatan ke sejumlah lokasi jasa penyedia makanan dan minuman (Cafe) yang beroperasi di wilayahnya, Pada Rabu (30/09/2020) malam.
Diketahui, kegiatan itu dilaksanakan guna menurunkan angka kasus Covid-19 yang masih fluktuatif di wilayahnya, adapun kegiatan itu juga dilakukan Pemkab untuk meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan di sektor jasa penyedia makanan dan minuman (Cafe dsb) dimasa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Pada kegiatan itu, petugas memberikan teguran kepada pengunjung dan pemilik cafe yang lalai terhadap penerapan protokol kesehatan yang menjadi syarat wajib tempat usahanya agar tetap dapat beroperasi dimasa Adaptasi Kebiasaan Baru atau.
"Jumlah total cafe di yang berhasil disambangi dalam kegiatan yang menyasar wilayah Kecamatan Purwakarta dan Kecamatan Babakancikao itu, ada 17 cafe. Dan beberapa diantaranya ditemukan masih ada yang lalai dalam hal protokol kesehatan." ujar Kasi Industri Pariwisata dan Ekraf, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Agus Fitradhona Akhmadi
"Dari segi kesiapan protokol kesehatan di beberapa tempat yang disambangi malam ini ditemukan masih ada yang lalai ataupun tidak ketat penerapannya baik dari segi pengunjung ataupun dari pihak pengelolanya sendiri," sambungnya.
Menyikapi hal itu, pihak Dinas Pariwisata meminta kepada pihak pengelola agar meningkatkan kesiapan protokol kesehatan, dan memberikan teguran kepada pengunjung yang datang tak menggunakan masker.
Dalam kegiatan ini juga, Petugas melakukan pendataan dan pembinaan terhadap para pemilik cafe-cafe tersebut untuk membatasi jam operasional dan disarankan lebih mengutamakan pelayanan "Take Away" ketimbang membuka pelayanan makan ditempat.
"Kami menyarankan kepada setiap pemilik cafe agar lebih mengutamakan pelayanan Take Away atau tidak makan ditempat. Hal itu kami sarankan agar setiap cafe tidak dipenuhi dengan orang berkerumun yang berpotensi merusak penerapan Social Dintancing," tutup dia
(Pewarta: Aik Nuhakiki)








