Amar Sapua Tokoh Pemuda Raja Ampat.
Klikwarta.com, Raja Ampat, Papua Barat- Klub Sepak Bola kebanggaan masyarakat Raja Ampat (Persiram) yang dijual pada tahun 2016 yang lalu, apakah harus di tinggalkan sebagai kenangan atau harus direbut kembali sebagai aset dan masa depan generasi muda Raja Ampat kedepan.
Untuk diketahui dijualnya tim Persiram Raja Ampat ke PS TNI oleh Management Persiram, PT. Persiram Makmur Madani sama sekali tidak diketahui oleh pihak Pemerintah Daerah dan Masyarakat di Kabupaten Raja Ampat.
Hal ini sampai saat ini masih menjadi wacana yang direspon beragam oleh masyarakat Raja Ampat khususnya para pemuda yang ingin menyalurkan bakatnya melalui sepak bola.
Salah satu tokoh Pemuda Raja Ampat, Amar Sapua pada media ini, Rabu (8/07/2020), mempertanyakan keberadaan dana 17 Milyar dari hasil penjualan Club kebanggaan masyarakat Raja Ampat ini.
“Klub yang dibangun dengan susah payah dari divisi IV hingga sampai pada puncak liga profesonal Indonesia, dijual begitu saja secara sepihak oleh Management Persiram dibawah PT.Makmur Madani, sebuah BUMD milik Pemda Raja Ampat” terang Amar.
Ia juga menambahkan, selain dijual tanpa sepengetahuan Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat, hingga kini, dana hasil penjualan sebesar 17 Miliar itu pun tidak diketahui rimbanya.
“Sampai hari ini tidak ada penjelasan dan alasan kenapa Persiram dijual ke pihak lain dan sampai saat ini tidak ada pemberitahuan resmi kepada pihak Pemerintah Daerah “ bebernya.
Lanjutnya, alasan penjualan Persiram pun tidak jelas, apakah karena bangkrut, ataukah ada alasan lain, sampai saat ini semua serba tidak jelas.,”urai Amar
Amar Sapua juga menegaskan, kasus penjualan Persiram ini harus diusut tuntas, untuk itu dia ( Amar Sapua-red ) meminta kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Raja Ampat agar menseriusi hal ini serta memanggil para pihak terkait untuk memberikan penjelasan soal penjualan Persiram, bila perlu, diambil langkah- langkah hukum
“Masyarakt masih terus bertanya, kenapa Persiram dijual, dan jika dijual, kemanakah uang 17 Milyar tersebut. Bagaimana nasib persepakbolaan Raja Ampat kedepan. Semoga dalam waktu dekat ini Pimpinan dan Anggota DPRD Raja Ampat dapat menjawab keresahan masyarakat ini” harapnya.

Dilansir sejumlah media, Klub sepakbola dengan julukan Dewa Laut itu, telah dijual sejak tanggal 27 Februari 2016, kepada PT.Arka Gega Magna, managemen PS.TNI, dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT.Persiram Makmur Madani, tertanggal 15 Maret 2019.
Persiram harus direbut kembali sebagai Asset serta masa depan generasi muda Raja Ampat kedepan, jangan ditinggalkan sebagai kenangan saja.
“ Solusinya harus diusut kembali supaya terang benderang siapa-siapa oknum dibalik penjualan Persiram ini”, tandas Amar.
(Pewarta : Mustajib)








