Ketua DPRD Kota Blitar dr. Syahrul Alim
Klikwarta.com Blitar - Harga beberapa komoditas pangan seperti Telur dan daging ayam petelur di kota Blitar mengalami kenaikan signifikan menjelang bulan Ramadhan. Untuk itu, DPRD Kota Blitar meminta dinas terkait segera mengambil langkah tertentu untuk menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan daya beli masyarakat.
Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim mengatakan, pemerintah daerah bisa dengan cepat membuat keputusan guna mengatasi beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga sebelum ada kenaikan harga pangan lainnya. Diutarakannya, memang normal menjelang Ramadhan ada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pangan, namun demikian ia berharap pemangku kebijakan mampu menstabilkan dinamika harga di pasaran.
"Biasanya memang begitu kalau mau bulan puasa. Tetapi kami juga berharap pemerintah kota menjamin keterjangkauan daya beli masyarakat. Maka, dinas terkait harus mencari faktor meroketnya harga cabai, daging ayam, telur dan yang lain lagi. Jangan sampai ada permainan harga oleh tengkulak," jelas dia, Rabu (7/4/2021).
Seperti pantauan pewarta Klikwarta.com di Pasar Templek dan Pasar Legi kota Blitar. Di pasar Legi, harga cabai rawit per kilogram berada di kisaran Rp 110.000,- hingga Rp 115.000,-. Harga daging ayam petelur mencapai Rp 38.000,- sampai Rp 40.000,-. Sementara untuk harga telur Rp 20.500,- sampai Rp 21.000,- per kilogram.
Sementara di pasar Templek harga ketiga komoditas pangan itu relatif sama. Hanya saja untuk harga daging ayam petelur justru Rp 40.000,- hingga Rp 41.000,-.
"Mulai kemarin, harga daging ayam di Pasar Templek sudah Rp 38.000 per kilogram. Sebelumnya masih Rp 29.000-Rp 31.000 per kilogram," pengakuan Satori, pedagang daging ayam di Pasar Templek, kota Blitar.
(Pewarta : Faisal NR)








