Anggota DPRD Jatim Agatha Retnosari
Klikwarta.com, Jawa Timur - Penyekatan jalan yang dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat, dalam rangka mengurangi positif rate pasien covid- 19 di Jatim harus dilakukan sangat bijak dan tidak mempersulit. Khususnya mereka yang memiliki aktifvitas vital yang mengharuskan mereka harus bekerja.
"Penutupan beberapa ruas jalan utama, saya berharap hendaknya petugas mempertimbangkan beberapa aspek. Terutama pada urusan vital yang menunjang penanganan darurat Covid di Jawa Timur," ujar anggota DPRD Jatim Agatha Retnosari, Jumat (09/07/21).
Politisi PDI Perjuangan ini, pihaknya memahami penutupan jalan ini sebagai upaya untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Namun penutupan yang dilakukan tidak sampai menganggu distribusi oksigen dari pabrik sampai ke rumah sakit – rumah sakit atau puskesmas, termasuk distribusi obat dan alat kesehatan yang lain.
"Di masa darurat ini jangan sampai terjadi dulu kesulitan oksigen di RS/puskesmas hanya karena kesulitan dalam distribusi. Karena selain suplai, menurut saya jalur distribusi harus diperhatikan betul," ungkapnya.
Agatha berharap agar pemerintah daerah setempat juga mempertimbangkan akses untuk bahan pangan bagi warga perkotaan. Jangan sampai akibat penutupan jalan ini berdampak pada jalur distribusi yang mana kemudian menimbulkan kelangkaan bahan pangan sehingga menimbulkan kepanikan baru berupa aksi borong sembako maupun lainnya.
"Kita tidak perlu menimbulkan kepanikan-kepanikan baru dalam masyarakat. Mari kita semua berkonsentrasi pada bagaimana agar PPKM darurat ini bisa terlaksana dengan baik, disiplin prokes diteraoan dan tak mengganggu alur penanganan serta pemulihan kesehatan rakyat," jelasnya.
Untuk itu wanita yang duduk di Komisi B DPRD Jatim mengusulkan dalam penutupan jalan mempertimbangkan beberapa hal seperti membuat jalur khusus untuk truk-truk pengangkut oksigen, alat kesehatan dan bahan makanan serta kebutuhan sehari-hari masyarakat.
"Sehingga pembatasan gerak masyarakat masih bisa dikendalikan tanpa menimbulkan kepanikan baru. Atau memperkenankan khusus truk yang mengangkut oksigen, alkes dan bahan kebutuhan pangan untuk lewat sehingga tak mengganggu suplai di level masyarakat," pungkas wanita yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya.
(Pewarta : Supra)








