Tabligh Akbar, Dandim 0209/LB Turut Melepas Calon Mahasiswa Al-Azhar Mesir

Senin, 02/09/2019 - 01:27
Tabligh Akbar dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriyah di Simpang Enam Pusat Kota Rantauprapat

Tabligh Akbar dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriyah di Simpang Enam Pusat Kota Rantauprapat

Klikwarta.com, Labuhanbatu - Dandim 0209/LB Letkol Inf Santoso dalam menjaga dan menjalin siraturami sesama umat beragama di wilayah teritorial Kodim 0209/LB, Minggu (01/09/2019) mengikuti acara Tabligh Akbar dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriyah. Acara berlangsung di Simpang Enam Pusat Kota Rantauprapat, dengan mengusung tema "Membangun Labuhanbatu Penuh Berkah".

Dalam kesempatan itu pula Dandim Santoso juga turut melepas calon mahasiswa Al-Azhar Mesir (Penerima Beasiswa Pemkab Labuhanbatu Tahun 2019).

b

Acara tabligh akbar tersebut dihadiri oleh H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST.MT (Plt Bupati Labuhanbatu), Letkol Inf Santoso (Dandim 0209/LB), Al Habib Haikal Alaydrus (Penceramah), Ustad Abdul Muhadir Ritonga (Penceramah), KH Ahmad Darwis L.C (Ketua MUI Labuhanbatu), Ustad H Rendi Fitrayana LC (Ketua MUI Rantau Utara), Ahmad Muflih SH MH (Sekda Kab.Labuhanbatu), Amru SE o (Asisten 3 Pemkab Labuhanbatu), Drs H Syafiruddin M.Pd (Kakan Kemenag Labuhanbatu), Ormas Islam Labuhanbatu serta ribuan masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu juga secara simbolis Plt Bupati Labuhanbatu didampingi Dandim 0209/LB Letkol Inf Santoso memberikan beasiswa kepada Mahasiswa Labuhanbatu yang berprestasi.

Al Habib Haykal Alaydrus dalam Tausiyahnya mengatakan, Satu Muharram ini merupakan tahun baru Islam, Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir yang Allah SWT jadikan untuk memperbaiki akhlak manusia.

"Pada masa itu Rasulullah dikejar-kejar oleh musuh beliau masuk kedalam gua di bukit Thursina dan Saidina Abu Bakar Assiddiq RA tidak membolehkan Rasulullah masuk duluan karena takut Rasulullah SAW digigit binatang buas, sehingga Abu Bakar yang masuk duluan dan memeriksa gua. Kalau ada yang mengatakan Syaidina Abu Bakar RA bukan sahabat Nabi itu disebut kafir dan fasik karena itu telah Ditetapkan oleh Allah SWT didalam Al Quran".

"Di hari akhir nanti di Padang Mahsyar jarak matahari sangat dekat ke tubuh kita sehingga keringat yang dikeluarkan busa menenggelamkan tubuh kita, tergantung dengan amal perbuatan kita".

"Nabi yang bisa menyelamatkan kita di hari akhir nanti adalah Nabi Muhammad SAW dan Rasulullah akan memberikan pertolongan kepada kita selaku umatnya, semoga kita semua mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW selaku umatnya".

Sementara penceramah kedua Ustad Abdul Muhadir Ritonga dalam Tausiyah menyampaikan, tanda hari kiamat itu, satu tahun terasa satu bulan, satu bulan terasa satu minggu, satu minggu terasa satu hari, satu hari tetasa satu jam, satu jam terasa satu menit, satu menit terasa satu detik, menjelang kiamat tiba hari sangatlah singkat.

Ustad Abdul Muhadir Ritonga juga menyebutkan, tidak datang kiamat sebelum kita melihat orang-orang menyanjung artis sehingga lupa kepada ajaran Rasulullah SAW, banyaknya perempuan menyanyi dan mengumbar aurat sehingga kaum laki-laki melihat naik Syahwatnya.

Ia juga menyebutkan, banyak orang-orang tua umur panjang tapi tidak ada mamfaatnya, tidak mau shalat tidak mau zakat. Di akhir Tausiyah Ustat Abdul Muhadir Ritonga menyampaikan, sedekahlah kamu, karena sedekah tidak pernah membuat kita miskin, santunilah anak yatim.

(Oelies)

Berita Terkait