Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat mempertajam program Dinkes PPKB TA 2023, Rabu (2/2/2022) (Foto : Hardi Rangga, klikwarta.com).
Klikwarta.com, Trenggalek - Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin melakukan Safari OPD, serta mempertajam program Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) tahun anggaran 2023, Rabu (2/2/2022).
Bupati Trenggalek meminta kepada jajaran Dinas PPKB, untuk tidak banyak program, namun dari program yang diusung bisa menjawab tema transformasi ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Selain itu, juga bisa mendorong lahirnya kader-kader kesehatan digital, sehingga informasi tentang kesehatan bisa tersebar lebih luas, cepat dan tepat sasaran dengan memanfaatkan tekhnologi informasi.
"Hari ini kita exercises untuk RKPD tahun 2023. Jadi dengan mandatory spending di bidang kesehatan, bahwa harus 10% dari APBD. Artinya kita mengelola kurang lebih Rp. 200 miliar per tahun", ungkap Bupati Trenggalek.
"Dalam hal ini tentunya tidak mudah karena biaya untuk sumber daya kesehatan ini juga begitu besar, kemudian tadi menyelaraskan program agar gimana caranya tema transformasi ekonomi dan pengentasan kemiskinan itu bisa terjawab", imbuh dia.
Contohnya, nanti menggeser fungsi-fungsi kader bisa dimanfaatkan lebih, untuk biaya sosialisasi dan segala macam, kita adakan kader kesehatan digital kedepannya.
Ke depan Kabupaten Trenggalek akan memberdayakan influencer, Dura GenRe yang masih usia SMA, semua di minta Instagramnya, akun tiktok untuk memberikan penyuluhan kepada teman-temannya sendiri. Saling share informasi informasi tentang bagaimana reproduksi remaja, serta bagaimana perkembangan kesehatan remaja, kemudian waktu perkawinan, agar pernikahannya ke depan lebih matangk
Kmudian sistem reproduksinya matang, secara mental matang, serta pada saat melahirkan nanti, anaknya juga lebih baik karena persiapan lebih baik, sehingga generasi ke depan juga lebih baik.
"Secara umum kita menyepakati metodologinya, mana yang bersasaran individu, mana yang berbasis keluarga dan mana yang berbasis komunitas. Untuk desainnya, programnya saya minta tidak terlalu banyak, harus benar-benar tepat sasaran sehingga anggarannya bisa fokus dan dampaknya bisa kelihatan", pungkas Bupati.
Pewarta : Hardi Rangga








