Kegiatan TMMD ke-110 Kodim 0604/Karawang di Desa Sedari
Klikwarta.com, Karawang - Lokasi TMMD 110 TA. 2021 di wilayah Korem 063/SGJ berada di wilayah territorial Kodim 0604/Karawang yaitu di suatu desa yang menghadap ke laut jawa, tepatnya di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang Jawa Barat, Desa Sedari adalah salah satu desa di Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa, secara geografis wilayah desa ini terletak di bagian utara dengan jarak kurang lebih 51 km dari pusat kota Karawang, dengan luas wilayah 37,87 km2 atau sekitar 38 persen dari keseluruhan luas wilayah Kecamatan Cibuaya.
Pemilihan Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang Jawa Barat menjadi salah satu tempat di laksanakan kegiatan TMMD 110 TA. 2021 sangat tepat sekali, pontesi Desa Sedari sangat bagus, memiliki Pantai Sedari, kini mulai banyak digemari pengunjung terutama saat berlibur, selain indah pantai ini juga memiliki asal usul sejarah, bias di jadikan Destinasi Wisata Pantai dan Wisata Religi.
Peran Satuan Kewilayahan ( Satkowil ) di bidang pertahanan yaitu membantu Pemerintah Daerah dalam mengelola potensi geografi, demografi dan kondisi sosial untuk kepentingan pertahanan yang tangguh dalam rangka pertahanan negara. Untuk mengetahui peran Kodim dalam mengelola potensi wilayah tersebut dapat dilihat dalam kegiatan Pembinaan Teritorial ( Binter ).
Dengan mempertimbangkan kemampuan sumber daya yang dipunyai meliputi personel fisik dan non fisik yang keduanya dilaksanakan secara bersamaan, saling berhubungan sehingga peran TNI dapat terlihat nyata dan terwujud sesuai dengan tujuan pembinaan teritorial.
Di masa kini pembinaan teritorial merupakan bagian dari fungsi pemerintah maka logis bahwa dalam kekinian Komando Teritorial ( Koter ) atau yang sekarang lebih dikenal dengan Komando Kewilayahan ( Kowil ) untuk melaksanakan fungsi pembinaan, demikian yang disampaikan Kapenrem 063/SGJ Mayor Inf U.S Karlan S.H di sela Kegiatannya.
Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang Jawa Barat memiliki Pantai Sedari, kini mulai banyak digemari pengunjung terutama saat berlibur, selain indah pantai ini juga memiliki asal usul sejarah. Menurut cerita warga, Asal usul Desa Sedari dan sebutan Pantai Sedari ini berasal dari nama Dewi Sondari, seorang putri dari Syeh Kudus Jana salah seorang murid Sunan Gunung Jati. Tak semua warga Karawang mengetahui asal-usul Pantai Sedari, yang sekarang sedang ramai disosial media dengan tugu Monumennya Pantai Sedari itu. Jika sebenarnya Sedari dinamai oleh Syekh Kudus Jana Pura, seorang murid Sunan Gunung Jati, penyebar Islam pada abad ke-16. Penamaan Sedari yang diyankini oleh penduduk setempat oleh Syekh Kudus Jana yang dulu diutus untuk menyebar islam ke karawang menyisir pantai oleh Wali Songo, Kesultanan Demak dan Cirebon.

Menurut Zakaria salah seorang serajah lokal yang menulis sejarah Sedari ini menceritakan, berawal dari penyebaran Islam oleh Kesultanan Demak dan Cirebon. Dua kesultanan itu dikenal sebagai penyebar Islam di pulau Jawa, pun dikenal sebagai kerajaan Islam pertama dan terbesar di pantai utara Jawa. Di ceritakan Zakaria, pada awal abad ke-16, saat Sunan Gunung Jati menjabat sebagai Sultan Cirebon, ia mengutus seorang murid ke pesisir barat jauh dari wilayah Cirebon pada tahun 1518.
Murid itu adalah Syekh Jana Pura yang berasal dari Kudus. Ia diberi misi untuk membuat pedukuhan atau pemukiman di hutan belantara dekat laut. Dibuatnya pedukuhan itu untuk pos kesultanan Cirebon di pesisir utara bagian barat kesultanan Islam itu.
“Saat itu, Sunan Gunung Djati menyuruh Syekh Jana Pura untuk membuka hutan di wilayah yang kini disebut pantai Pisangan hingga Sedari di Karawang,” ungkap Zakaria.
Kapenrem 063/SGJ Mayor Inf U.S Karlan S.H menambahkan kegiatan TMMD ( TNI Manunggal Membangun Desa ) ke 110 Kodim Karawang mempuyai beberapa sasaran di antaranya Sasaran Fisik yaitu Kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana yang menyentuh langsung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta untuk mendukung kepentingan pertahanan, seperti Pembangunan fasilitas umum meliputi pembukaan / perbaikan jalan desa, pembuatan / perbaikan jembatan, saluran air / irigasi dan pembangunan RUTILAHU. Pembangunan fasilitas sosial meliputi perbaikan / pembuatan tempat ibadah, sekolah, puskesmas, pasar, ruang serbaguna dan tempat olah raga dan Sasaran Non Fisik Pemberian penyuluhan / sosialisasi dan pembekalan berbagai materi yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan pembicara dari Kementrian / LPNK dan Dinas Pemda Kab. Karawang.
Lanjut, Kapenrem 063/SGJ Mayor Inf U.S Karlan S.H, Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan beberapa urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah antara lain perencanaan dan pengendalian pembangunan, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, dan penyediaan sarana dan prasarana.
Lewat Program TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) diharapkan akan semakin membantu percepatan akselerasi pembangunan daerah tertinggal dan sebagai tindak lanjut dari tugas TNI. Pada Tahun 2008 Panglima TNI mengeluarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Perpang / 23 / IV / 2008 Tanggal 30 April 2008 tentang Organisasi dan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa.
Program TMMD dilaksanakan sebagai upaya membantu Pemerintah Daerah dalam memberdayakanwilayah pertahanan dan membantu tugas Pemerintah di daerah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah. Kegiatan TMMD sasarannya adalah pembangunan fisik dan nonfisik, terutama pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana umum lain yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah, seperti jalan, rumah ibadah, sekolah, dan lainnya.
Kapenrem 063/SGJ Mayor Inf U.S Karlan S.H tidak lupa menyampaikan proges pengerjaan TMMD 110 TA. 2021 Kodim 0604/Karawang Hari ke 16, sasaran fisik yaitu pembagun Pos Kamling dan Pos Yandu di desa Saderi sudah 100 % selesai pengerjaannya, Untuk Pengerjaan pembangunan peningkatan dan pelebaran badan jalan sepanjang 176 meter dan lebar 1 meter pengerjaan per hari ini mencapai 80 % sedangkan untuk Pengerjaan Rutilahu per hari ini mencapai 80 %, dan Pembangunan Sarana Air Bersih, MCK dan Tempat Air Wudhu per hari ini mencapai 89 %, adapun sasaran Non Fisik sudah dilaksanakan penyuluhan, Bintek perkoprasian dan kewirausahaan tentang pengolahan ikan bandeng menjadi otak - otak dan olah udang menjadi Somay udang, Penyuluhan tentang penanggulangan Bencana alam, Baksos Pengobatan Gratis.

Pada Kesempatan yang sama Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Elkines Villando Dewangga K, S.A.P melalaui Kapenrem 063/SGJ Mayor Inf U.S Karlan S.H menyampaikan sebagai bagian dari sistem nasional, TNI AD terus berusaha mengambil bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai kekuatan pertahanan.
Secara universal, tugas tentara memang untuk berperang, tetapi pada masa damai, tentara akan turun ke lapangan untuk membantu kesulitan rakyatnya dan membantu program pembangunan pemerintahnya, karena pada masa damai sesungguhnya merupakan suatu masa dimana Negara sedang menyiapkan diri untuk berperang.
TNI AD mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pelaksanaan TMMD di seluruh Indonesia. Melalui program TMMD, kita juga membangun dan membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong guna membantu percepatan program pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan.








