Jelang MPLS Perdana SNT, Mendikdasmen Kuatkan Kepala Sekolah dan TPP

Jumat, 07/08/2026 - 22:04
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti

Klikwarta.com, Kabupaten Tangerang - Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) perdana Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada 10 Agustus 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan penguatan kepada para Kepala Sekolah dan Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) SNT yang akan segera memulai tugas di sekolah masing-masing.

Penguatan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Kepala Sekolah dan TPP agar mampu membangun lingkungan dan budaya belajar SNT sejak hari pertama. Selain memastikan kesiapan penyelenggaraan pembelajaran, Kepala Sekolah dan TPP diharapkan menjadi motor dalam menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, membangun suasana sekolah yang aman dan menyenangkan, serta mendampingi setiap murid mengembangkan potensinya secara optimal.
 
Dalam kegiatan Pendidikan, Pelatihan, dan Pembekalan Kepala Sekolah dan TPP SNT di Kabupaten Tangerang, Jumat (7/8), Mendikdasmen menegaskan bahwa para kepala sekolah dan TPP menjadi bagian penting dari langkah awal penyelenggaraan SNT.
 
“Saudara-saudara adalah bagian dari sejarah baru pendidikan Indonesia. Mari kita wujudkan mimpi Indonesia Hebat melalui prestasi anak-anak bangsa. Jalankan tugas ini dengan penuh dedikasi, sukacita, dan semangat untuk terus belajar,” ujar Mendikdasmen. 
 
Menurut Mendikdasmen, keberhasilan SNT sangat bergantung pada kualitas Kepala Sekolah dan pendidik yang menjalankannya. Karena itu, pendidik tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi pembimbing sekaligus sumber inspirasi bagi murid.
 
“Guru harus terus belajar. Kita mengajar agar murid belajar, dan pada saat yang sama mengajar juga merupakan proses untuk kita terus belajar. Jangan pernah berhenti meningkatkan kapasitas diri,” ungkap Mendikdasmen. 
 
Mendikdasmen juga mendorong Kepala Sekolah dan TPP untuk memanfaatkan ruang inovasi yang terbuka dalam pengembangan SNT. Sebagai satuan pendidikan yang mulai bertumbuh, SNT diharapkan mampu mengembangkan berbagai praktik pembelajaran terbaik dengan mempelajari pengalaman sekolah-sekolah berkinerja baik di dalam maupun luar negeri.
 
Menurutnya, praktik-praktik baik tersebut dapat menjadi sumber inspirasi untuk membangun budaya mutu, tanpa menghilangkan ruang bagi Kepala Sekolah dan pendidik untuk berinovasi sesuai dengan kebutuhan murid dan karakter masing-masing sekolah. 
 
Penguatan yang diberikan menjelang MPLS juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa hari-hari pertama murid berada di SNT harus menjadi pengalaman yang positif. Kepala Sekolah dan TPP memiliki peran penting dalam mengenalkan lingkungan sekolah, menumbuhkan rasa memiliki, membangun interaksi yang sehat antara warga sekolah, serta menanamkan sejak awal budaya belajar, disiplin, kolaborasi, dan semangat untuk berprestasi.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, mengatakan para Kepala Sekolah dan TPP telah melalui rangkaian proses seleksi dan pembekalan untuk mempersiapkan mereka menjalankan amanah tersebut.
 
Proses seleksi Kepala Sekolah SNT berlangsung secara kompetitif. Sekitar 8 ribu kepala sekolah mengikuti tahapan seleksi berlapis hingga terpilih para Kepala Sekolah yang akan memimpin SNT. Sementara itu, TPP yang akan bertugas di SNT dipilih oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari sekitar 60.000 lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah memenuhi persyaratan. 
 
Selama rangkaian pembekalan, para peserta tidak hanya mendapatkan penguatan mengenai kepemimpinan dan pembelajaran, tetapi juga melakukan koordinasi dengan UPT Kemendikdasmen terkait kesiapan penyelenggaraan pendidikan di lokasi masing-masing. Koordinasi tersebut mencakup kesiapan ruang kelas, laboratorium, serta berbagai fasilitas pembelajaran yang diperlukan untuk mendukung kegiatan murid. 
 
Dirjen Gogot berharap Kepala Sekolah dan TPP dapat menjadi motor utama pengembangan SNT sekaligus memastikan semangat pendidikan bermutu benar-benar terasa sejak murid pertama kali memasuki sekolah.
 
“Semoga kegiatan ini menjadikan kepala sekolah dan TPP menjadi penggerak utama pengembangan SNT. Kehadiran SNT juga diharapkan mampu menjadi pusat keunggulan pendidikan, katalisator pemerataan mutu, serta model penerapan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Sport (STEMS), Pembelajaran Mendalam, dan Digitalisasi Pembelajaran,” ujar Dirjen Gogot. 
 
Pelaksanaan MPLS pada 10 Agustus 2026 akan menjadi momentum pertama bagi Kepala Sekolah dan TPP menerjemahkan berbagai hasil pembekalan tersebut dalam kehidupan sekolah. Melalui kepemimpinan yang kuat, pendidik yang terus belajar, serta budaya sekolah yang berorientasi pada perkembangan murid, SNT diharapkan tumbuh menjadi pusat mutu pendidikan yang memberikan manfaat tidak hanya bagi murid SNT, tetapi juga bagi ekosistem pendidikan di wilayah sekitarnya. (**) 

Berita Terkait