14 Proposal Budidaya Lobster Disetujui KKP RI, Balad Grup Siap Bangun Kedaulatan Laut

Selasa, 10/06/2025 - 04:34
BALAD Grup

BALAD Grup

Klikwarta.com, Surabaya - Perjuangan Bandar Laut Dunia Grup (BALAD Grup) dalam mengembangkan sektor perikanan budidaya di Indonesia menunjukkan hasil positif . Perusahaan yang dinahkodai oleh HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy itu telah mengajukan proposal budidaya lobster di 16 teluk yang tersebar di gugusan Teluk Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sebanyak 14 proposal telah disetujui dan memasuki tahap perizinan, sebagian bahkan sudah mendapatkan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI).

“Alhamdulillah, tinggal dua teluk lagi yang menunggu jadwal presentasi. Informasi terakhir, semua proses perizinan untuk 16 teluk ini ditargetkan tuntas minggu depan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Lilur itu, Selasa (10/6/2025).

Total luas kawasan budidaya lobster yang diajukan BALAD Grup, lanjutnya, mencapai 8.800 hektar. Proses budidaya akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Gus Lilur menegaskan bahwa pengembangan budidaya lobster ini bukan semata-mata upaya bisnis, tetapi bagian dari visi besar menjadikan Indonesia sebagai kiblat baru perikanan budidaya dunia.

“Ini adalah ikhtiar untuk membangun kedaulatan laut yang adil dan berkelanjutan, serta membuka peluang kerja dan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir,” imbuhnya.

Ia menambahkan, keberhasilan budidaya lobster di wilayah timur Madura juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi biru yang berbasis pada keadilan sosial dan pelestarian ekosistem laut.

Dengan pendekatan teknologi, tata kelola partisipatif, serta kolaborasi dengan komunitas nelayan lokal, BALAD Grup optimistis mampu mengelola kawasan tersebut menjadi pusat percontohan budidaya lobster skala besar yang ramah lingkungan.

“Bismillah, MasyaAllah, InsyaAllah, Aamiin,” pungkas Gus Lilur seraya menyampaikan harapannya agar proyek ini dapat menjadi model pengembangan maritim nasional yang inklusif dan berkeadilan.(*)

Tags

Berita Terkait