Elim Tyu Samba Nahkodai PAI Blitar Raya, Namanya Diabadikan Jadi Varietas Baru Anggrek

Sabtu, 09/08/2025 - 16:18
Wakil Walikota Blitar Elim Tyu Samba Saat Dihubungi Awak Media Setelah Didaulat Jadi Ketua PAI Blitar Raya, Sabtu 9 Agustus 2025.

Wakil Walikota Blitar Elim Tyu Samba Saat Dihubungi Awak Media Setelah Didaulat Jadi Ketua PAI Blitar Raya, Sabtu 9 Agustus 2025.

Klikwarta.com, Blitar - Wakil Waliota Blitar Elim Tyu Samba resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Blitar Raya dalam sebuah sarasehan yang digelar di Hotel Puri Perdana Kota Blitar, Sabtu (9/8/2025).

Acara ini dihadiri para pecinta, penggemar, kolektor, dan penjual anggrek dari berbagai wilayah, dengan tujuan memperkuat jaringan kerja sama dan mencari solusi atas berbagai tantangan di dunia anggrek.

Pelantikan Elim sebagai Ketua Umum PAI Blitar Raya sekaligus menjadi momentum penting bagi komunitas anggrek setempat. Dalam kesempatan itu, Elim mendapatkan penghormatan istimewa berupa penamaan varietas baru anggrek hasil persilangan yang dinamai 'Elim Tyu Samba'.

Varietas ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasinya dalam memajukan sektor anggrek di Blitar.

“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk saya pribadi dan juga seluruh anggota PAI Blitar Raya agar terus berinovasi. Harapannya, program kerja yang kita rancang dapat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para pegiat anggrek di Blitar Raya,” ujar Elim.

Elim menilai bahwa Blitar memiliki potensi besar untuk mengembangkan anggrek sebagai komoditas unggulan. Budidaya anggrek, menurutnya, tidak memerlukan lahan yang luas sehingga sangat cocok diintegrasikan dengan konsep urban farming. Kondisi ini memberi peluang bagi masyarakat perkotaan untuk tetap produktif di sektor pertanian.

Saat ini, beberapa petani anggrek di Blitar sudah berhasil melakukan ekspor hingga ke Filipina. Namun, Elim mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti regulasi ekspor yang rumit, sulitnya mengikuti kontes anggrek internasional, serta keterbatasan akses ke pasar luar negeri yang stabil.

“Ada banyak potensi yang bisa kita garap, tetapi juga ada PR besar. Kita harus membangun sistem yang mendukung petani anggrek agar tidak hanya bisa menjual di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” tegasnya.

Selain menjadi ajang pelantikan, sarasehan ini juga difokuskan pada pertukaran pengetahuan antarpegiat anggrek. Para peserta membahas mulai dari teknik budidaya yang efektif, pengendalian hama, inovasi media tanam, hingga strategi pemasaran berbasis digital.

Momen istimewa juga hadir ketika salah satu peserta memperkenalkan varietas baru anggrek yang resmi diberi nama 'Elim Tyu Samba'. Varietas ini diharapkan dapat menjadi ikon baru anggrek Blitar dan menarik perhatian pecinta anggrek di tingkat nasional maupun internasional.

Elim menambahkan, peluang menemukan varietas baru sangat terbuka, mengingat jumlah spesies anggrek di dunia mencapai jutaan, dengan kombinasi persilangan yang hampir tak terbatas. Oleh karena itu, ia mendorong para pegiat anggrek untuk terus melakukan inovasi pembiakan.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Walikota Blitar, Elim memastikan bahwa pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh bagi kegiatan PAI Blitar Raya. Bentuk dukungan tersebut mencakup fasilitasi pelatihan, promosi, serta akses ke program-program dari Kementerian Pertanian.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa proposal bantuan sudah diajukan ke pemerintah pusat dan tinggal menunggu persetujuan.

“Saya tidak mau membocorkan detailnya sekarang karena belum turun, tapi insya Allah ini akan membawa manfaat besar bagi petani anggrek di Blitar Raya,” ujarnya.

PAI Blitar Raya juga berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dewan Pimpinan Pusat PAI, organisasi agrikultur nasional, serta pihak swasta, demi memperkuat posisi Blitar sebagai salah satu pusat pengembangan anggrek di Indonesia. (an)

Berita Terkait