Wabup Rahmat Siap Bantu Pasarkan Beras Organik Blitar ke Kolega-koleganya

Rabu, 02/03/2022 - 20:08
Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso Ketika Panen Raya Padi di Kecamatan Kademangan dan Kecamatan Wlingi (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso Ketika Panen Raya Padi di Kecamatan Kademangan dan Kecamatan Wlingi (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com, Blitar - Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso memastikan siap membantu memasarkan beras organik hasil produksi petani Kabupaten Blitar kepada kolega-koleganya.

Melihat hasil panen raya padi yang begitu besar, ditambah ketersediaan beras organik dari hasil panen ini melimpah, Wabup Rahmat menilai ini perlu dipasarkan dengan baik karena beras organik banyak yang mencari apalagi harganya jika di kota sangat tinggi. Untuk itu, ia akan mencoba memasarkan agar beras organik Kabupaten Blitar masuk supermarket dengan harga yang bisa membikin petani tersenyum. 

"Dan ini benar-benar organik. Kan kita cari yang organik seperti ini. Kalau di kota kan harganya mahal sekali. Makanya ini kita coba pasarkan ke kolega-kolega saya supaya bisa masuk supermarket yang mahal, supaya peningkatan kepada semua masyarakat petani Kabupaten Blitar," ucap Wabup Rahmat setelah menghadiri panen raya padi bersama petani di Kecamatan Kademangan dan Kecamatan Wlingi, Rabu (2/3/2022).

Rahmat cukup bangga menyaksikan kesuksesan petani dari Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan yang telah menghasilkan padi jenis Inbrida melalui konsep tanam memanfaatkan nutrisi biosaka. Hasil produksi 8,5 ton padi dari lahan tanam sekitar 1 hektare menurutnya merupakan hasil yang baik. 

Berkembangnya konsep tanam nutrisi biosaka yang terbukti bermanfaat untuk petani, Rahmat berharap subsidi pupuk dari pemerintah pusat dicabut. Sebab, selama ini pupuk bersubsidi relatif menimbulkan masalah.

"Saya justru berharap kepada pemerintah pusat untuk mencabut pupuk bersubsidi. Karena ini jadi masalah di desa maupun di Kabupaten Blitar, nanti mereka bikin kelompok-kelompok tani padahal nanti nggak ada akhirnya jadinya bermasalah lagi dengan jumlah pupuk yang bersubsidi. Lebih baik menggunakan pupuk organik yang dari alam, kembali ke alam dan ini sangat menyehatkan di tubuh kita," tukasnya. 

Adanya kekurangan lahan-lahan persawahan yang mengancam proses produksi pertanian, ia mengharapkan inovasi dari para petani untuk meningkatkan daya produksi disamping terbatasnya lahan pertanian. Sehingga, kekuatan pertanian akan terus terbangun seiring kerasnya pasar di sektor pertanian. 

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait