Wabup Blitar Dorong Desa-desa Petakan Pelaku UMKM untuk Bangkitkan Perekonomian

Sabtu, 25/06/2022 - 09:42
Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso (kiri) Saat Menerima Tokoh Wayang di Acara Pagelaran Wayang Kulit Hiburan Acara Bersih Dusun di Desa Plumbangan, Doko, Kabupaten Blitar.

Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso (kiri) Saat Menerima Tokoh Wayang di Acara Pagelaran Wayang Kulit Hiburan Acara Bersih Dusun di Desa Plumbangan, Doko, Kabupaten Blitar.

Klikwarta.com, Kabupaten Blitar - Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso mendorong pemerintah desa di Kabupaten Blitar bisa memetakan para pelaku UMKM di desanya untuk tujuan menguatkan perekonomian desa dan daerah pasca pandemi Covid-19.

Ini ia sampaikan saat menghadiri resepsi  bersih desa di Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, dilanjutkan bersih dusun di Dusun Barek dan Dusun Precet, Desa Plumbangan, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jumat (24/6/2022) malam.

"Kepala Desa beserta jajarannya harus segera memetakan pelaku UMKM setelah kegiatan ini. Di beberapa desa yang saya kunjungi, kegiatan bersih desa mayoritas menggelar hiburan wayang kulit. Selain karena tradisi, hiburan ini juga sebagai daya ungkit perekonomian masyarakat desa. Saya lihat banyak penjual aneka makanan olahan, mainan anak-anak dan produk lainnya dijajakan disini. Dan ini sangat positif sejalan dengan program OVOP sekaligus Panca Bhakti kami yang ke- 4 yakni pengembangan potensi ekonomi daerah," jelasnya. 

Wakil kepala daerah yang dekat dengan rakyatnya ini mengajak pemerintah desa mengembangkan inovasi-inovasi baru yang memanfaatkan teknokogi informasi sebagai sarana pendukung dalam mengembangkan potensi desa. Upaya itu dilakukan agar cita-cita mendirikan desa yang mandiri dan sejahtera bisa terlaksana.

"Maka lakukan terobosan dan inovasi-inovasi untuk pemberdayaan potensi desa. Manfaatkan kecanggihan teknologi sebagai daya dukung, agar terwujud desa mandiri dan sejahtera," tambahnya.

Wabup Rahmat mengapresiasi antusias masyarakat yang mengikuti kegiatan bersih dusun dan bersih desa. Penuturannya, ini terjadi tidak lepas dari lahirnya keputusan pemerintah pusat yang memberikan kelonggaran kepada masyarakat dalam menciptakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang mengundang banyak orang setelah kurang lebih dua tahun terkungkung aturan pembatasan kegiatan masyarakat. Kendati begitu, protokol kesehatan mestinya tetap diperhatikan.

"Pada akhirnya saya menekankan, agar masyarakat semua menjaga kerukunan sehingga desa tetap kondusif. Filosofi Guyub Rukun Agawe Santoso, Crah Agawe Bubrah harus terus terpatri. Saya optimis, jika kerukunan terjaga, desa akan damai dan makmur," pungkas wakil bupati yang juga wakil ketua DPW PAN Jawa Timur ini.

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait