Toleransi Menjadi Budaya Sejak Dahulu

Rabu, 26/06/2024 - 10:22
Foto : Ilustrasi net

Foto : Ilustrasi net

Oleh : Amanda Ramadhani

Klikwarta.com Toleransi bagaimana menghargai perbedaan setiap individu dan kelompok. Sikap menghargai setiap individu dan kelompok dengan masing-masing adat, agama, dan perbedaan lainnya. Toleransi menyediakan kesempatan untuk menemukan dan stiga yang disebabkan oleh kebangsaan, agama, dan apa yang diwariskan.

Toleransi menjadi suatu budaya yang diterapkan oleh masyarakat Indonesia, dengan saling menghargai perbedaan satu sama lain, bahkan toleransi menjadi kuatnya persatuan bangsa yang berbeda.

Sering sekali mendengar kata toleransi di lingkungan sekitaran, seperti tempat kerja, sekolah, tempat umum dan lainnya, bahkan toleransi sudah menjadi budaya dalam hal perbedaan.

Memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda beda tetap satu jua, merupakan semboyan yang sangat melekat pada lambang Garuda, walaupun berbeda beda tetap satu, dengan toleransi perbedaan dari  masing-masing mampu menerima dan menjadikan bangsa yang beragam.

Bhineka tunggal Ika menjadi landasan toleransi  dan perbedaan, seperti dikutip dari sejarah Bhineka Tunggal Ika dalam kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular pada masa Majapahit sekitar abad ke-14. Dalam Sutasoma istilah “Bhineka Tunggal Ika” tertulis pada pupuh 139 bait 5, yaitu “Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda, mereka memang berbeda, tetapi bagaimana bisa dikenali? Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal” arti dari kutipan yaitu “Terpecah belahlah itu, tapi tetap satu jua, seperti tidak ada kerancuan dalam kebenaran”.

Menerangkan bahwa Sutasoma mengajarkan toleransi kehidupan beragama yang menempatkan agama Hindu dan Buddha hidup berdampingan dengan rukun dan damai, meski Hindu dan Buddha merupakan dua ajaran yang berbeda, perbedaan tersebut tidak menimbulkan perpecahan karena kebenaran Hindu dan Buddha bermuara pada hal yang “satu”.

Budaya yang diwariskan sejak dahulu adalah toleransi yang sampai sekarang masih dipergunakan oleh Indonesia, sebuah wasiat yang sudah tertulis sejak abad ke-14 melalui para leluhur.

Toleransi bukan baru saja diterapkan oleh masyarakat Indonesia, bahkan toleransi dari sembohyan Bhineka Tunggal Ika sudah ada sejak abad ke-14, maka dari itu toleransi menjadi budaya masyarakat Indonesia. Berbudaya toleransi tidak hanya pada masa dahulu saja, tetapi toleransi sebuah junjungan tertinggi dalam setiap perbedaan, dahulu dan sekarang

Berita Terkait