Foto bersama usai acara sosialisasi
Klikwarta.com - Peredaran Narkoba di Indonesia menjadi ancaman yang serius, dengan jumlah masyarakat Indonesia yang mencapai lebih dari 200 Juta jiwa, Indonesia menjadi sasaran empuk peredaran narkoba. Hal ini dapat di lihat dari maraknya penangkapan para pengedar narkoba yang dilakukan oleh penegak hukum di berbagai media baik cetak, dan elektronik.
Berdasarkan data hingga tahun 2017 ada sekitar 3,3 Juta atau 1,7 % masyarakat Indonesia yang terlibat menggunakan narkoba. Sedikitnya ada 12000 orang meninggal karena mengunakan narkoba setiap tahunnya. Dari Prevalensi penyalahguna narkotika tersebut terbagi dalam 3 kelompok yakni pekerja 59 %, pelajar dan mahasiswa 24 % dan kelompok umum 17 %.
Sasaran pengedar saat ini tidak pandang bulu menyasar di semua kalangan usia, baik usia produktif bahkan usia tua.
Hampir seluruh kalangan juga menjadi target peredaran narkoba baik kalangan pelajar, masyarakat biasa bahkan dalam tingkat Pegawai Negeri Sipil.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama BNN Provinsi Bengkulu berkomitmen menindak tegas pelaku narkoba. Sekalipun itu oknum ASN yang ada di Provinsi Bengkulu.
"Sesuai dengan pakta integritas yang sudah ditandatangani oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah akan menindak tegas dengan memecat dengan tidak hormat bila ada oknum ASN yang terindikasi menggunakan narkoba", ujar Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu H. Gotri Suyanto, SE., M. Soc. Sc dalam acara Sosialisasi Forum Sinergitas Nasional Strategi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Rabu, (21/11) kemarin di Hotel Nala Sea Side Bengkulu.
Gotri menambahkan, sebagai ASN tentunya harus mengetahui konsekuensi dari tindakan menggunakan narkoba, maka dari itu acara sosialisasi ini juga menjadi sinergitas lintas sektor.
Diketahui, hingga saat ini ada 68 jenis narkoba dari 200 jenis narkoba yang sudah masuk ke Indonesia. Dari 68 ada 60 jenis narkoba yang sudah terdaftar dalam Kemenkes dan 8 jenis narkoba masih belum teridentifikasi.
Dalam sosialisasi dihadiri 200 peserta, terdiri dari 50 orang penggiat dan relawan BNN Kota Bengkulu, 85 orang pengiat BNN Provinsi Bengkulu dan 65 relawan anti narkoba Instansi pemerintah dan swasta.
(Ferdi)








