Di Blitar Belum Ada Tempat Kremasi, Wabup Rahmat Siap Bangunkan

Minggu, 04/12/2022 - 15:00
Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso (duduk paling ujung bagian tengah) Bersama Keluarga Besarnya di Pendopo Kabupaten Blitar

Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso (duduk paling ujung bagian tengah) Bersama Keluarga Besarnya di Pendopo Kabupaten Blitar

Klikwarta.com, Kabupaten Blitar - Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso dalam waktu dekat akan membangun tempat pembakaran jenazah atau biasa disebut Krematorium / kremasi (perabuan jenazah).

Rahmat akan membangun tempat Krematorium di Kabupaten Blitar lantaran saat ini belum ada fasilitas itu. Ia bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Blitar siap berkolaborasi membangun tempat perabuan jenazah.

"Iya di Blitar belum ada, nanti kita segera bangunkan itu," katanya, Minggu (4/12/2022).

Bahkan, keluarga besarnya juga akan siap mendukung pembangunan Krematorium di Kabupaten Blitar. Diakuinya jika keluarga besarnya memberitahu dia kalau di Kabupaten Blitar akan didirikan fasilitas kremasi.

"Saya diberitahui keluarga besar, kalau sudah disiapkan dana untuk membangun Krematorium di Blitar,” ulasnya.

Wabup Rahmat menyatakan siap untuk membantu pengurusan perizinan pendirian Krematorium. Ini ia tegaskan usai diminta saudara iparnya untuk menyelesaikan perizinan tersebut.

"Karena memang fasilitas yang dibutuhkan terutama oleh umat Hindu dan Konghucu ini belum ada di Blitar, maka sudah saya koordinasikan dengan OPD terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup DLH, Dinas PTSP dan Bagian Hukum terkait perijinan dan lain sebagainya," jelasnya.

Mendengar kabar Rahmat Santoso bersama keluarga besarnya akan membiayai pembangunan Krematorium itu, Ketua PHDI Kabupaten Blitar Lestari menyambut gembira dan pihaknya siap untuk mensukseskan agenda ini lantaran pembangunan Krematorium memang sudah diusulkannya cukup lama.

Lestari menyampaikan, PHDI Kabupaten Blitar sudah menyiapkan lokasi pembangunan Krematorium itu tepatnya di sekitar 1 km timur Pura Agung Praba Bhuana di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Untuk model Krematoriumnya nanti kata Lestari akan memakai model Krematorium milik TNI AL Juanda, dengan fasilitas 2 tungku pembakaran dan mampu melakukan proses pembakaran 8 kali per tungkunya.

Dikonfirmasi kisaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Krematorium itu, Lestari mengatakan kurang lebih 500 hingga 700 juta. Tanah tempat pembangunan Krematorium dikatakannya juga masih lahan milik PHDI Kabupaten Blitar.

"Termasuk bentuk atau desainnya juga dibuat lebih umum, tidak khusus untuk umat Hindu saja. Tapi bisa juga melayani umat Konghucu atau China, yang juga membutuhkan fasilitas perabuan. Seperti di Juanda itu, jadi juga melayani umum tidak hanya umat Hindhu. Karena selama ini untuk proses kremasi warga Blitar Raya, baik umat Hindu maupun Konghucu harus ke Kota Malang atau Batu," papar Lestari.

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait