Budaya Kopi Senja

Minggu, 26/06/2022 - 20:29
Ngopi bareng

Ngopi bareng

Oleh : Farrel Athoriq, mahasiswa semester 4 Politeknik Negeri Jakarta

Seiring zaman berganti, namun kopi tetap tak terganti, ngopi adalah  budaya bagi masyarakat Indonesia, biasa digunakan sebagai pelengkap ketika sedang berbincang, atau pembangkit semangat ketika kantuk dan lesu sedang melanda.

Sejarah kopi telah dicatat sejak abad ke-9. Pertama kali, kopi hanya ada diAfrika, di mana biji-bijian asli ditanam didataran tinggi.  

k

Akan tetapi, ketika bangsa Arab mulai meluaskan perdagangannya, biji kopi pun telah meluas sampai ke Afrika Utara dan Indonesia, biji kopi di sana ditanam secara massal.

Biji kopi diolah dengan proses yang panjang, untuk bisa membuat secangkir minuman kopi hitam dibutuhkan waktu 3-7 hari dalam mengolahnya, namun di masa sekarang kopi telah berinovasi, salah satunya kopi susu gula aren yang kekinian hingga kini.

Meski demikian, dulu ngopi biasanya dilakukan di warung kopi atau trotoar pinggir jalan, namun setelah merebaknya kedai kopi yang sangat kekinian, generasi sekarang melakukan ngopi dengan gaya yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Dalam 8 tahun belakangan ini ekosistem bisnis kedai kopi kembali menjamur dikota besar Indonesia, tren minuman kafein ini mengalami peningkatan sejak 2014, dan terjadinya imigrasi massa dari pinggiran ke kedai kopi, usut punya usut hal tersebut berlangsung dibeberapa Negara lain selain Indonesia. 

Di masa ini kumpul sambil minum kopi adalah gaya hidup, ada penyebab kenapa hal tersebut terjadi, diantaranya karena film, media sosial, dan  musik, seperti meledaknya film filosofi kopi, peran dari media sosial sebagai sarana informasi dan promosi, dan acara musik yang bertempatan disuatu kedai kopi, membuat pertumbuhan minum kopi semakin melejit.

Selain kedai kopi kekinian yang sedang berkembang, ada hal menarik dalam ekosistem kedai kopi tersebut karena munculnya sebutan “anak senja” untuk pelanggan yang memiliki penampilan yang berbeda dari yang lain, seperti memiliki selera musik yang berbeda dari yang lain,  mereka biasa mengisi waktu luangnya dengan ngopi di kedai sambil menikmati langit senja dan mendengarkan musik.

Di  kota lain, kedai kopi juga memiliki fungsi yang luas. Tak sekadar untuk menikmati kopi, tempat tersebut  juga bisa digunakan sebagai ruang pertemuan, tempat rekreasi dan bersantai, dan bekerja. Ada satu hal yang selalu diucapkan oleh setiap pemilik kedai kopi, minum kopinya tak seberapa yang terpenting kumpulnya lebih lama. (*)

Berita Terkait