Para warga korban banjir yang didominasi kaum hawa saat mendatangi kantor Bupati Aceh Singkil
Klikwarta.com, Singkil - Sejumlah puluhan warga terdampak banjir yang melanda Kabupaten Aceh Singkil tahun 2025 lalu, mendatangi Kantor Bupati Aceh Singkil, Selasa (8/9/2026).
Para korban banjir yang didominasi para emak-emak mendatangi Kantor Bupati Aceh Singkil, untuk mempertanyakan kepastian penyaluran jatah hidup (jadup) tahap kedua yang hingga kini belum direalisasikan.
Warga dari sejumlah desa di Kecamatan Singkil tersebut tiba di halaman kantor bupati sekitar pukul 09.00 WIB.
Kedatangan warga juga berkaitan dengan pernyataan Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon sebelumnya yang menyebut penyaluran bantuan tersebut akan diupayakan paling lambat sekitar tiga bulan.
Namun, hingga aksi berlangsung, warga belum memperoleh tanggal pasti pencairan bantuan tersebut.
Aspirasi warga diterima Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil, Faisal dan Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh Singkil, Ali Hasmi. Sementara Bupati, Safriadi Oyon sedang dinas luar.
Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh Singkil, Ali Hasmi mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait proses penyaluran jadup bagi masyarakat terdampak banjir.
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kemensos Pusat, Aceh Singkil berada pada urutan ke-10 penyalurannya. Namun, belum ada kepastian jadwal pendistribusian atau realisasinya," kata Ali Hasmi.
Pernyataan tersebut belum memberikan kepastian yang diharapkan warga.
Korban terdampak meminta pemerintah tidak hanya menyampaikan bahwa proses bantuan sedang dikoordinasikan, tetapi juga memberikan kejelasan mengenai waktu penyalurannya.
Salah seorang warga Desa Teluk Rumbia mengatakan masyarakat datang sejak pagi karena ingin mendapatkan jawaban langsung dari pemerintah mengenai jadup tahap kedua.
"Kami datang untuk meminta kepastian. Bupati sebelumnya sudah menyampaikan janji, sehingga kami berharap janji itu benar-benar direalisasikan dan ada tanggung jawab kepada masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, bantuan tersebut penting bagi keluarga yang terdampak banjir karena sebagian masyarakat masih merasakan dampak bencana yang terjadi sebelumnya.
Pantauan wartawan aksi warga korban banjir tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Warga sempat bertahan di halaman Kantor Bupati Aceh Singkil dan meminta dapat bertemu dengan Bupati Safriadi Oyon.
Setelah mendapat penjelasan dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Aceh Singkil Aprijal, massa akhirnya meninggalkan lokasi secara tertib.
Warga menyatakan akan terus meminta kejelasan apabila pemerintah belum memberikan kepastian mengenai waktu penyaluran jadup tahap kedua. (**)








