Pagelaran wayang kulit dengan lakon “Gatotkaca” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Klikwarta.com, Surakarta – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Kodiklatau menyelenggarakan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Gatotkaca”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan tradisi sekaligus upaya melestarikan budaya bangsa yang sarat akan nilai-nilai kepemimpinan, patriotisme, loyalitas, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Komandan Setukpa Kodiklatau, Kolonel Pnb Urip Widodo, S.H., alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) Tahun 2000 yang juga merupakan salah satu penerbang pesawat Hercules TNI Angkatan Udara. Dalam sambutannya, Kolonel Pnb Urip Widodo menyampaikan bahwa wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya adiluhung Indonesia yang mengandung nilai-nilai moral, kepemimpinan, keberanian, kejujuran, serta pengorbanan demi kepentingan bangsa dan negara.

Pagelaran wayang kulit ini merupakan inisiatif dan penyelenggaraan Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Lanjutan Perwira Angkatan Udara (Selapa AU) Angkatan ke-1. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai kepemimpinan, kerja sama, kekompakan, dan kemampuan manajerial yang diperoleh para Pasis selama mengikuti pendidikan. Kepanitiaan kegiatan diketuai oleh Pasis Letda Kes Anisa, bersama seluruh Pasis Selapa AU Angkatan ke-1 yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
Menurut Komandan Setukpa Kodiklatau, prajurit TNI Angkatan Udara tidak hanya dituntut memiliki kemampuan profesional dalam melaksanakan tugas pertahanan udara, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita pewayangan diharapkan dapat turut membentuk karakter para perwira agar memiliki integritas, tanggung jawab, disiplin, serta jiwa kepemimpinan yang kuat.
Pemilihan lakon “Gatotkaca” memiliki makna tersendiri. Sosok Gatotkaca digambarkan sebagai kesatria yang memiliki keberanian luar biasa, pantang menyerah, rela berkorban, serta setia menjaga kehormatan dan kebenaran. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan jati diri seorang prajurit TNI Angkatan Udara yang senantiasa siap mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Menambah keistimewaan pagelaran, Komandan Setukpa Kodiklatau, Kolonel Pnb Urip Widodo, S.H., turut tampil sebagai dalang dan berkolaborasi dengan Ki Purbo Asmoro. Penampilan tersebut menjadi simbol kedekatan pimpinan dengan para siswa sekaligus wujud nyata kecintaan dan komitmen TNI Angkatan Udara terhadap pelestarian seni dan budaya Indonesia.
Pagelaran wayang kulit tersebut turut dihadiri oleh pejabat TNI Angkatan Udara, Forkopimda, tokoh masyarakat, insan media, keluarga besar Setukpa TNI AU, para Pasis Selapa Angkatan ke-1, serta masyarakat umum. Selain menjadi hiburan yang edukatif, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI Angkatan Udara dan masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Nusantara.
Melalui penyelenggaraan pagelaran wayang kulit ini, Pasis Selapa Angkatan ke-1 Setukpa TNI AU berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni pewayangan dapat menjadi inspirasi dalam membentuk perwira TNI Angkatan Udara yang profesional, berkarakter, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh dalam menghadapi tantangan tugas di masa depan.








