Momentum Idul Adha 1447 H, Golkar Karanganyar Konsolidasi Mesin Partai Menuju Pemilu

Jumat, 29/05/2026 - 20:03
Acara pengajian dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, di Gedung Golkar Karanganyar, Jumat (29/5/2026)

Acara pengajian dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, di Gedung Golkar Karanganyar, Jumat (29/5/2026)

Klikwarta.com, Karanganyar - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Karanganyar menggelar acara pengajian dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. 

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Golkar Karanganyar pada Jumat (29/5/2026) ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina DPD Golkar Karanganyar sekaligus Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono, pengurus pleno DPD, anggota fraksi, serta seluruh pengurus tingkat kecamatan hingga desa se-Kabupaten Karanganyar.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Golkar Karanganyar, Ilyas Akbar Almadani, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya ibadah kurban tahun ini. Dari iuran bergotong-royong para kader dan pengurus, Golkar menyembelih 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing.

Hewan kurban tersebut kemudian dikemas menjadi 350 paket daging untuk didistribusikan secara merata kepada masyarakat di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar.

"Alhamdulillah, melalui iuran bapak dan ibu semuanya, kita bisa berkurban dua sapi dan satu ekor kambing. Semoga ibadah yang ikhlas ini diterima oleh Allah SWT sebagai wujud mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujar Ilyas.

Ilyas juga memanfaatkan momentum Idul Adha ini untuk mengajak seluruh kader Golkar mempererat tali silaturahmi, menjaga kekompakan, serta mengedepankan semangat guyup rukun dan bersatu. Menurutnya, kebersamaan adalah modal utama partai dalam menghadapi agenda-agenda politik ke depan.

Lebih lanjut, Ilyas menegaskan bahwa selepas hari raya Idul Adha, DPD Golkar Karanganyar akan langsung bergerak cepat mengaktifkan program-program strategis partai. Konsolidasi organisasi berupa penyelenggaraan Musyawarah Kecamatan (Muscam) dan Musyawarah Desa (Musdes) ditargetkan harus rampung pada tahun ini.

Langkah taktis ini diambil mengingat kontestasi politik sudah di depan mata. Ilyas mengingatkan bahwa tahapan pemilu berikutnya akan segera dimulai dalam waktu dekat.

"Dua atau tiga tahun lagi kita sudah pemilu lagi. Rasanya baru dua tahun kemarin, tapi besok di tahun 2027, 2028, hingga 2029 kita sudah memasuki musim pemilu. Jadi, konsolidasi organisasi ditargetkan selesai tahun ini," tegasnya.

Ilyas juga melecut semangat para kader agar tidak kalah start dengan partai lain, seperti PDI Perjuangan, yang dinilainya paling siap saat ini. Ia optimis, dengan mesin partai yang dipanaskan lebih awal dan motivasi yang kuat, Golkar Karanganyar mampu merebut kembali kejayaan dan menambah perolehan kursi di legislatif, baik di tingkat daerah maupun pusat.

"Satu-satunya jalan untuk mengabdi di partai ini adalah bagaimana kita memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Caranya dengan menaikkan kursi-kursi kita di parlemen dan terus menyalurkan bantuan kepada rakyat," tegas Ilyas optimistis.

Sementara, Ketua Dewan Pembina DPD Golkar Karanganyar sekaligus Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa nilai religiusitas dinilai sebagai bagian tak terpisahkan dari doktrin Partai Golkar

"Doktrin Golkar menegaskan bahwa kami adalah insan yang percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Implementasinya harus dikomunikasikan dengan bagus, salah satunya lewat Hari Raya Kurban ini," ujarnya.

Menilik kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Juliyatmono menekankan bahwa hakikat kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan simbol untuk mengikis tiga sifat negatif manusia.

Pertama, menyembelih kesombongan yang berarti menghilangkan rasa paling benar dan tinggi hati. Kedua, menyembelih ego kekuasaan dan kekayaan, yaitu memangkas ego yang bersumber dari jabatan atau materi. Ketiga, menyembelih nafsu, yakni mengendalikan hawa nafsu duniawi demi kemaslahatan masyarakat.

Terkait filosofi pohon beringin, Juliyatmono juga mengaitkan esensi kurban dengan lambang Pohon Beringin milik Golkar. Menurutnya, kader Golkar harus mampu menjadi tempat berteduh yang aman, sejuk, dan damai bagi masyarakat.

"Berbangsa ini tidak boleh gaduh atau berisik. Harus setenang pohon beringin; tidak pernah bersuara, tetapi konsisten memberikan kontribusi dan air kehidupan untuk sekitarnya," pungkasnya.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait