Ir. Soegiharto Santoso SH
Klikwarta.com, Jakarta, 1 Mei 2026 - Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) dan Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan BRICS Industrial Innovation Contest 2026 – Indonesia Overseas Qualifier, yang menjadi momentum strategis dalam mendorong inovator nasional untuk menembus pasar global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri berbasis teknologi.
Kegiatan yang akan diselenggarakan pada 7 Mei 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta ini merupakan bagian dari inisiatif negara-negara BRICS dalam memperkuat kolaborasi lintas negara di era Revolusi Industri Baru, dengan semangat utama “Kumpulkan Kecerdasan BRICS untuk inovasi pembangunan percepatan proses Revolusi Industri baru”. Ajang ini membuka peluang besar bagi inovator Indonesia untuk berkompetisi sekaligus membangun jejaring global di sektor teknologi dan industri masa depan.
Ketua Umum DPP APKOMINDO dan Ketua Umum DPP APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso, SH (Hoky), menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen asosiasi dalam mendorong kemajuan ekosistem inovasi nasional.
“Kami dari APKOMINDO dan APTIKNAS memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan 2026 BRICS Industrial Innovation Contest. Kami melihat ini sebagai langkah strategis dalam membuka akses global bagi inovator Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing industri TIK nasional.” ujar Hoky yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PERATIN dan Wakil Ketua Umum SPRI.
Lebih lanjut, Hoky menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini yang tidak terlepas dari peran berbagai pihak, khususnya dukungan dan bimbingan dari Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Pusat, Teddy Sugianto, serta jalinan kerja sama yang erat dengan Ketua Kamar Dagang Guanglian (GLCC), Angga Pramana Jaya, S.Kom., M.M.
“Kami sangat mengapresiasi peran Bapak Teddy Sugianto yang telah memberikan dukungan dan bimbingan sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Demikian juga dengan kolaborasi bersama melalui GLCC. Hal ini memungkinkan APKOMINDO dan APTIKNAS untuk terlibat lebih aktif dalam mendukung dan berkolaborasi secara konkret,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa di era digital saat ini, kekuatan suatu bangsa atau industri tidak lagi semata ditentukan oleh skala, tetapi oleh kecepatan berinovasi dan kemampuan berkolaborasi.
“Di era digital, yang kuat bukan yang terbesar, melainkan yang paling cepat berinovasi dan mampu berkolaborasi. Oleh karena itu, sinergi lintas organisasi, lintas negara, dan lintas sektor seperti dalam BRICS ini menjadi sangat penting,” tegas Hoky.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Pusat, Teddy Sugianto, menegaskan bahwa ajang ini merupakan bagian dari upaya strategis BRICS dalam mendorong inovasi lintas negara. “Ajang ini merupakan bagian dari inisiatif BRICS dalam mendorong inovasi lintas negara, khususnya pada sektor Artificial Intelligence, Green Industry, Low-Altitude Technology, dan Energy Electronics. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para inovator tanah air,” ujar Teddy Sugianto.
Ketua Kamar Dagang Guanglian (GLCC), Angga Pramana Jaya, S.Kom., M.M, juga menilai bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat konektivitas bisnis dan investasi global.
“BRICS Industrial Innovation Contest 2026 bukan sekadar kompetisi, tetapi merupakan platform strategis untuk membuka akses pasar global bagi inovator Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk menciptakan kemitraan internasional yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Angga.
Penyelenggaraan kompetisi ini melibatkan institusi strategis, yaitu International Economic and Technical Cooperation Center dari Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok, dengan pelaksana teknis China Datang Overseas Investment Co., Ltd. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok global serta meningkatkan peran aktif Indonesia dalam ekosistem industri internasional.
Kompetisi ini terbuka bagi universitas, lembaga riset, perusahaan, startup, serta komunitas inovator, dengan batas akhir hingga 5 Mei 2026. Calon peserta dapat mengakses tautan https://linktr.ee/bricsiic2026 untuk memperoleh formulir dan informasi teknis, kemudian menyampaikan dokumen dan bahan yang dipersyaratkan melalui email ke [email protected] sebagai bagian dari proses seleksi administrasi.
Informasi lebih lanjut terkait mekanisme, persyaratan, maupun koordinasi teknis dapat diperoleh dengan menghubungi Jimmy Sudiargo (WA/Contact: 0816-808-668), Christine (WA/Contact: 0812-9871-3369), dan Kintami Witarsa (WA/Contact: 0816-115-3368). Peserta selanjutnya akan melalui tahapan seleksi, termasuk presentasi proyek dan evaluasi oleh dewan juri yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi industri.
Adapun sektor yang menjadi fokus utama meliputi Artificial Intelligence (AI), Green Industry, Low-Altitude Technology, dan Energy Electronics, yang merupakan pilar penting dalam pengembangan industri masa depan.
Selain kompetisi, peserta juga berkesempatan memperoleh berbagai manfaat strategis, seperti akses pendanaan, jaringan industri global, serta peluang untuk melaju ke babak final internasional di Xiamen, Tiongkok. Untuk mendorong partisipasi dan apresiasi terhadap inovasi terbaik, panitia juga menyediakan total hadiah yang menarik, yaitu Hadiah Pertama sebesar Rp50.000.000, Hadiah Kedua Rp30.000.000, Hadiah Ketiga Rp20.000.000, serta Hadiah Harapan masing-masing Rp5.000.000 untuk 10 pemenang.
Dengan dukungan dan sinergi dari MIIT, China Datang, Perhimpunan INTI, HIPMI JAYA, GLCC, ABDI, APKOMINDO, APTIKNAS, dan TBN, penyelenggaraan BRICS Industrial Innovation Contest 2026 diyakini akan menjadi katalisator strategis dalam melahirkan inovasi-inovasi unggulan nasional yang mampu bersaing di tingkat global.
APKOMINDO dan APTIKNAS juga mendorong seluruh pelaku industri TIK di Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini secara maksimal.
“Ini adalah peluang nyata bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa kita memiliki talenta, inovasi, dan kemampuan kolaborasi yang mampu bersaing di tingkat dunia. Kami siap terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung kemajuan industri nasional,” tutup Hoky.
(Kontributor : Arif)








