Pencarian korban yang diduga tertimbun
Klikwarta.com, Labura - Bantuan ekstra personel Kodim 0209/LB pada daerah banjir bandang Dusun Siria-Ria dan Desa Pamatang terus dilakukan.
Aparat TNI memprioritaskan agar secepatnya mendapatkan lima orang korban hanyut. Dimana diketahui, korban merupakan satu keluarga, terdiri dari suami, istri, beserta 3 orang anak. Hingga memasuki hari ketiga, Selasa (31/12) kemarin, korban masih belum ditemukan, dan pencarian dilanjutkan hari ini, Rabu (01/01/2019).
Bantuan terus bergulir dari berbagai instansi baik dari pihak TNI, Polri, juga yang datang dari berbagai elemen relawan turut berjibaku sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing bahu membahu mencari korban.
Baca Juga :
- Banjir Terjang Desa Pematang, 8 Rumah dan 2 Jembatan Hanyut
- Situasi Terkini Banjir Bandang di Labura, 5 Korban Hanyut Belum Ditemukan
Pantauan media ini di lokasi, tampak personel TNI Kodim 0209/LB berjibaku untuk membuka akses jalan dan jembatan juga sebagian pasukan untuk bergabung dalam pencarian korban yang hilang, yang titik hilangnya berkisar 4 km di arah barat tempat perladangan warga hilang. Diduga para korban tersebut tertimbun longsoran di areal perladangan.
Menurut keterangan Kipli Ritonga yang merupakan ipar dari korban bahwa pasca kejadian posisi pondok korban dibawah pondoknya lebih kurang 100 meter, namun karena Senin malam lebih kurang sehabis Maghrib hujan terus turun, ia hanya mendengar suara benturan reruntuhan keras namun tidak bisa dipastikan suara apa hingga pagi hari. Namun apa yang ditemukan ternyata jangankan mendengarkan sahutan suaranya, seluruh pondok beserta penghuninya telah raib tidak tahu lagi nasib dan posisi kerabatnya itu.
Mengingat area medan yang sulit dijangkau dengan alat berat, tim relawan hanya mengandalkan pencarian secara manual dan sampai di hari ke tiga, peralatan mulai dikerahkan yang mana alat escavator telah sampai di Dusun Siria Ria lebih kurang 4 km lagi dari lokasi titik hilangnya korban.
Mesin pompa air juga sudah dibawa ke lokasi titik oleh BNPB yang masih terus berada di lokasi pencarian sesuai dengan kebutuhan agar dapat mengurai lumpur yang mancapai ketinggian 1 meter lumpur, sebelum alat berat tiba di lokasi. (Oelies)








