Musim Kemarau, Warga Melati Harjo Diimbau Waspada Kebakaran dan Penyakit

Senin, 26/08/2019 - 12:14
Kades Melati Harjo Dukut Sumari S.IP

Kades Melati Harjo Dukut Sumari S.IP

Klikwarta.com, Bengkulu Utara - Musim kemarau, warga Desa Melati Harjo, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara diimbau waspada bahaya kebakaran dan penyakit.

Kades Melati Harjo, Dukut Sumari S.IP mengimbau warganya untuk tidak membakar sampah sembarangan. Terlebih ketika berada di kebun. 

"Musim kemarau tiba, warga kami imbau untuk waspada kebakaran. Apabila berada di kebun, untuk tidak membakar sampah sembarangan ataupun membuat perapian yang bisa memicu terjadinya kebakaran", sampai Kades Dukut Sumari, Senin (26/08/2019).

Dikatakan Kades, mayoritas warganya merupakan petani karet dan kelapa sawit. Untuk itu dirinya mengimbau ke warga agar menjaga lahan kebunnya, supaya terhindar dari kebakaran. 

Disamping itu, kata Kades, warga juga diimbau hemat dalam berbelanja serta mengatur keuangan dengan baik. Khususnya para ibu rumah tangga.

"Karena musim kemarau, pasti ada penurunan hasil produksi karet maupun kelapa sawit. Yang biasanya setiap panen mencapai 100 kg, bisa jdi dimusium kemarau ini hanya 50 kg. Maka dari itu, kita imbau warga pintar-pintar mengatur keuangan", sampainya.

Ia menambahkan, kepada warga juga diimbau mewaspadai penyakit. Mengingat musim kemarau juga bisa memicu munculnya berbagai penyakit, seperti diare dan penyakit kulit.

Disamping itu, karena banyaknya debu dan suhu yang cepat berubah. Kades mengingatkan warga untuk mewaspadai penyakit ISPA (Inspeksi Saluran Pernapasan Akut) dan juga iritasi mata.

"Jalan utama desa kita sedang proses perbaikan. Debu sangat banyak. Warga yang berada di jalur perbaikan jalan dan yang sedang berkendara saya imbau waspada. Khusus yang berkendara sebaiknya memakai masker dan kacamata saat melewati jalan yang sedang dalam perbaikan", tegasnya.

Kepada para pelajar yang menggunakan sepeda motor saat sekolah, lanjut Kades, diimbau memakai masker dan kacamata serta jaket, agar baju sekolah yang dikenakan tidak kena debu dan tetap bersih. (Red)

Berita Terkait