KPU Provinsi Bengkulu dan Forum Pemred Gelar Sosialisasi Pilkada 2024
Klikwarta.com, Bengkulu - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu bersama Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) menyelenggarakan sosialisasi Pilkada 2024 dengan tema "Media Mengawal Demokrasi". Acara yang bertempat di Cafe Siber, ini dihadiri oleh mahasiswa, media, dan sejumlah tokoh masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran media dalam proses demokrasi, khususnya dalam Pilkada 2024.

Dalam kesempatan ini, Ketua Forum Pemimpin Redaksi, Like Jansen, menekankan pentingnya peran media sebagai pilar keempat demokrasi.
"Media harus menjadi penerang di tengah kegelapan dan penyejuk di tengah situasi yang memanas, terutama saat masa kampanye Pilkada. Media berperan penting dalam menjaga keseimbangan informasi dan mencegah timbulnya kekacauan di masyarakat," ujar Jansen, Rabu siang (24/09).
Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua jenis media yang berperan besar dalam Pilkada, yaitu media pers dan media sosial. Media pers, kata Jansen, telah diatur oleh Dewan Pers dan Kode Etik Jurnalistik, sehingga jika terjadi penyimpangan atau pelanggaran, masyarakat dapat melaporkannya kepada Dewan Pers.
"Media pers sudah terikat dengan aturan yang jelas, sehingga lebih mudah dikontrol," tambahnya.
Namun, Jansen menyoroti perkembangan pesat akun media sosial yang seringkali menjadi tantangan dalam pengawasan, terutama menjelang Pilkada.
"Media sosial masih menjadi tantangan terbesar karena sulit diatur. Banyak akun yang bermunculan, dan tidak sedikit yang digunakan untuk menyebarkan provokasi atau berita hoaks," tuturnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Jansen mengajak peran aktif masyarakat dan mahasiswa dalam mengawasi aktivitas di media sosial.
"Masyarakat dan mahasiswa perlu berperan aktif. Jika menemukan akun media sosial yang menyebarkan informasi yang menyesatkan atau memicu provokasi, segera laporkan. Pengawasan bersama akan sangat penting untuk menjaga ketertiban informasi selama Pilkada," tegasnya.

Selain itu, Jansen juga mengajak mahasiswa yang hadir untuk tidak golput pada Pilkada 2024 nanti.
"Pilihlah pemimpin sesuai dengan kriteria yang kita yakini, jangan biarkan suara kita terbuang percuma," ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Armin Tedy, S.Th.I., M.Ag., Sekretaris Jurusan Adab Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, yang turut menjadi narasumber dalam acara ini, mengingatkan mahasiswa untuk bersikap kritis terhadap praktik politik uang.
"Sebagai mahasiswa, kita harus tegas menolak politik uang. Kita harus memilih pemimpin yang peduli terhadap kepentingan masyarakat banyak, bukan sekadar kepentingan pribadi," ungkap Armin.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal proses demokrasi yang bersih dan berintegritas.
"Mahasiswa harus mampu mengkaji dan mengenali sosok pemimpin yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan hanya janji-janji semata," pungkasnya.

Diskusi dalam sosialisasi ini berlangsung kondusif dan penuh antusiasme. Mahasiswa tampak aktif bertanya dan berdiskusi seputar peran media dalam menjaga demokrasi selama Pilkada. Pertanyaan seputar tantangan media sosial, politik uang, hingga cara memilih pemimpin yang berkualitas menjadi sorotan dalam diskusi tersebut.
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat, terutama mahasiswa, semakin sadar akan pentingnya partisipasi dalam Pilkada, baik dalam menggunakan hak suara maupun dalam menjaga keberlangsungan demokrasi yang sehat melalui peran aktif dalam media dan pengawasan sosial.(Red)








