Komisi III DPRD Raja Ampat Sidak BUMD dan Pasar

Kamis, 02/07/2020 - 12:11
Komisi III DPRD Raja Ampat Sidak BUMD dan Pasar

Komisi III DPRD Raja Ampat Sidak BUMD dan Pasar

Klikwarta.com, Raja Ampat, Papua Barat - Komisi III DPRD Raja Ampat lakukan inspeksi mendadak terhadap Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) serta pasar tradisional Mbilim Kayam di kelurahan Kota Waisai dan pasar Modern Snonbukor di kelurahan Warmasen, Rabu (01/07/2020).

Anggota DPRD Komisi III yang melakukan inspeksi mendadak yakni Ketua Komisi Rahmawati Tamima S.IP, turut hadir pula Wakil Ketua II Carles A. Imbir ST, M.Si, Yoris Rumbewas, Ismail Saraka dan Zainudin.

Tujuan inspeksi mendadak atau peninjauan itu terkait dengan LKPJ Bupati 2019 dengan maksud untuk melihat langsung ke lapangan menyangkut sarana dan prasarana serta kinerja, baik BUMD maupun Disperindag Raja Ampat yang bermitra dengan komisi III.

Untuk BUMD ada empat titik yang dikunjungi oleh Komisi III, diantaranya; bengkel mobil di Jalan menuju Gor, Green House Hidroponik di depan Perum. 10, kapal dan gudang BBM milik BUMD di Kompleks Kemindores Kelurahan Sapordanco.

Dari hasil pantauan media ini, bengkel mobil milik BUMD ini belum maksimal difungsikan padahal pengadaan superpack serta alat-alat pendukung lainnya sudah ada, sehingga terkesan mubazzir karena  pengadaan barangnya sudah dari tahun 2018.

Sementara untuk Green House hidroponik yang awalnya sudah menghasilkan, saat ini tidak lagi berjalan karena masaalah pemalangan tanah.

w

Untuk Green House Hidrponik yang dilakukan oleh BUMD, Komisi III DPRD sangat memberikan apresiasi karena selain memberikan pengetahuan tentang budidaya hidroponik juga dapat menghasilkan income meskipun nominalnya kecil.

Sementara untuk Disperindag Anggota DPRD Komisi III mengunjungi pasar tradisional Mbilim Kayam dan pasar modern Snonbukor.

 Anggota DPRD Komisi III Yoris Rumbewas menyampaikan , dalam waktu dekat harus di mediasi supaya para pedagang segera pindah ke pasar baru Snonbukor.
 
“Kalau hanya alasan perputaran ekonomi maka selamanya tidak akan pindah. Kita tidak bisa ikut keinginan masyarakat, karena nanti sampai puluhan tahun juga kalau sudah merasa aman disini, mereka ( pedagang-red) tidak akan pindah”, katanya.

Yoris juga mengatakan , nanti juga didorong supaya sarana dan prasarana yang ada di pasar modern Snonbukor dapat memadai dan bisa dapat menampung semua pedagang yang akan direlokasi.

Hal senadah disampaikan juga oleh Ketua Komisi III, Rahmawati Tamima bahwa; Raja Ampat adalah Daerah Wisata yang dikenal di seluruh dunia, sehingga dengan kondisi pasar seperti ini akan menjadi tontonan yang tidak elok untuk para wisatawan.

“Yang pindah bukan hanya pedagang sayur dan ikan, tetapi semua harus pindah,termasuk pedagang pakaian yang ada di los-los pada sekitaran pasar tradisional Mbilim Kayam ini” Jelas Rahmawati.

Ketua Komisi III juga berharap kepada Pemkab dalam  hal ini Disperindag Raja Ampat agar wajib menyiapkan lapak kepada pedagang musiman dari kampung- kampung yang masuk ke Kota Waisai.

“Mereka ( pedagang musiman-red) adalah bagian dari pedagang juga sehingga jangan terkesan mereka disisihkan dan jangan sampai berjualan di tiris dan samping lapak atau los di pasar” Pinta Rahmawati.

(Pewarta : Mustajib)

Berita Terkait