Ketua DPRD Blora Berjanji Meneruskan ke Pusat Terkait Demo Sopir Yang Protes Kebijakan ODOL 

Selasa, 24/06/2025 - 18:55
Ratusan sopir truk di Blora unjuk rasa memprotes kebijakan ODOL yang dinilai merugikan sopir.

Ratusan sopir truk di Blora unjuk rasa memprotes kebijakan ODOL yang dinilai merugikan sopir.

Blora, Klikwarta.com - Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Blora Mustika (PSBM) menggelar aksi demonstrasi di Lapangan Kridosono, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (23/6/2025). Mereka memprotes kebijakan Over Dimension Over Load (ODOL) yang dinilai merugikan pengemudi angkutan barang.

Mereka menuntut agar pemerintah mengkaji ulang regulasi tersebut karena dianggap menyulitkan para pelaku usaha transportasi barang, terutama sopir.

Perwakilan PSBM, Ahmad Sueb, mengatakan kebijakan ODOL berpotensi berdampak luas terhadap sektor logistik dan harga kebutuhan pokok.

“Kebijakan ini sangat memberatkan. Jika tarif angkutan naik akibat pembatasan dimensi dan muatan, maka harga sembako dan logistik lainnya juga otomatis ikut naik,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti beratnya sangsi pidana dan denda yang tercantum dalam regulasi. Menurutnya, aturan yang ada cenderung represif dan kurang berpihak pada sopir.

“Dalam aturan disebutkan pelanggaran over dimensi dapat dikenai pidana satu tahun dan denda hingga Rp24 juta. Sedangkan untuk over load, ancamannya dua bulan penjara dan denda Rp500 ribu. Ini sangat berat bagi kami,” ujarnya.

Selain menolak pemberlakuan ODOL, para sopir menyampaikan enam poin tuntutan dalam aksi tersebut, yaitu: menghentikan operasi ODOL di wilayah Kabupaten Blora. Menolak pasal 27 dan pasal 307 dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Memberantas praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) di jalur distribusi angkutan barang, menjamin perlindungan hukum bagi para sopir di wilayah Blora serta mewujudkan kesetaraan perlakuan hukum terhadap sopir di lapangan, mendorong regulasi yang berpihak pada tarif angkutan yang wajar dan berkeadilan.

Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa, turut hadir menemui massa aksi. Ia menyatakan pihaknya siap menampung dan meneruskan seluruh aspirasi para sopir ke pemerintah pusat.

“Kami sudah mendengarkan semua aspirasi dan menyepakati untuk menyampaikannya ke tingkat pusat. Kami berharap suara para sopir ini bisa didengar dan ditindaklanjuti demi kepentingan bersama,” ujar Mustopa.

Ia juga menegaskan komitmen DPRD Blora untuk memfasilitasi dialog lanjutan antara pemerintah daerah, perwakilan sopir, dan pihak terkait guna mencari solusi terbaik yang berkeadilan.

Aksi damai ini mendapat pengawalan dari aparat keamanan setempat dan berlangsung tanpa insiden. Para sopir berharap agar kebijakan ODOL dapat ditinjau ulang dengan pendekatan yang lebih manusiawi, serta memperhatikan aspek kesejahteraan dan kelangsungan usaha angkutan barang.

Pewarta: Fajar

Berita Terkait