Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman,
Klikwarta.com, Mukomuko - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, mengimbau seluruh petani yang berada di wilayah layanan Daerah Irigasi (DI) Air Manjunto agar segera memanfaatkan ketersediaan air untuk melakukan percepatan tanam padi sebelum dilakukan penutupan saluran irigasi pada September 2026.
Menurut Hari Mustaman, penutupan aliran irigasi tersebut akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, yakni mulai September hingga Desember 2026. Oleh karena itu, petani diminta untuk segera turun ke sawah guna mengoptimalkan musim tanam yang masih tersedia saat ini.
“Kami mengimbau para petani yang berada di aliran irigasi Air Manjunto agar segera melakukan penanaman padi. Penutupan dilakukan untuk menjalan program penanaman palawija,” ujar Hari Mustaman saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/6/2026).
Ia menegaskan, percepatan tanam menjadi langkah penting untuk menjaga capaian target luas tanam dan produksi padi di Kabupaten Mukomuko.
Kesempatan yang masih tersedia sebelum penutupan saluran air diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.
“Sebelum penutupan saluran dilakukan, kami berharap petani dapat segera memanfaatkan waktu yang ada untuk turun ke sawah, sehingga target tanam padi tahun ini dapat tercapai sesuai rencana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hari Mustaman menjelaskan bahwa selama masa penutupan irigasi, petani tetap dapat mengoptimalkan lahan pertanian melalui program tanaman palawija atau komoditas lain yang tidak memerlukan pasokan air dalam jumlah besar seperti tanaman padi.
“Selama masa penutupan irigasi, kami juga mengimbau petani untuk memanfaatkan lahan dengan menanam palawija sebagai alternatif usaha tani sekaligus menjaga produktivitas lahan,” katanya.
Selain mendukung pola tanam yang lebih efektif, penutupan sementara saluran irigasi juga akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi dan perbaikan jaringan irigasi oleh instansi terkait.
“Periode September hingga Desember nanti akan digunakan untuk perbaikan jaringan irigasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS), Kementerian terkait, maupun Dinas PUPR. Harapannya, setelah perbaikan selesai, layanan irigasi kepada petani akan semakin optimal,” pungkas Hari MustamaKR
Perbaikan jaringan irigasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pengairan pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Mukomuko. (ADV/KR)








