Manajemen PT Socfindo Lae Butar menyerahkan 100 paket sembako untuk warga Rimo.
Klikwarta.com, SINGKIL - PT Socfindo Kebun Lae Butar membagikan 100 paket sembako kepada warga Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, dalam program Jumat Berkah Perkebunan, Jumat, (11/9/ 2026).
Bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) itu dipusatkan di Kantor Desa Rimo. Penerima bantuan merupakan warga kurang mampu, janda, dan lanjut usia.
Paket yang dibagikan berisi sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya. Warga tampak antusias menerima bantuan tersebut.
Manajer PT Socfindo Kebun Lae Butar, Erik Obaza Barus, mengatakan kegiatan Jumat Berkah merupakan bagian dari program CSR perusahaan yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar perkebunan.
“Ini adalah bagian dari program CSR kami, Jumat Berkah Perkebunan. Kami ingin keberadaan PT Socfindo Lae Butar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” kata Erik di sela kegiatan.
Menurut Erik, hubungan antara perusahaan dan masyarakat di desa-desa sekitar perkebunan perlu terus dibangun melalui berbagai kegiatan sosial.
“Kami berkomitmen untuk terus menjalankan program-program sosial yang berkelanjutan serta berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan warga penerima,” ujarnya.
Kepala Desa Rimo, Mirwansyah M, mengapresiasi bantuan yang diberikan perusahaan. Ia mengatakan 100 paket sembako tersebut cukup berarti bagi warga yang menerima.
“Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Rimo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Socfindo Kebun Lae Butar,” kata Mirwansyah.
Ia berharap kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar dapat terus berlanjut.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Manajer PT Socfindo Kebun Lae Butar, Erik Obaza Barus, Kepala Pabrik, Mohd. Novry Rahadian, serta sejumlah pengurus perusahaan, yakni Horas BA Simamora, Gomgom H. Manik, Riyanto, Ringga P. Sinulingga, Surya Dana Sembiring, dan M. Buchari Pohan. (*)








