Jemput Bola hingga Pelosok, Puskesmas Jelbuk Intensif Dampingi 245 Balita Berisiko Stunting

Rabu, 15/07/2026 - 11:46
Jemput Bola hingga Pelosok, Puskesmas Jelbuk Intensif Dampingi 245 Balita Berisiko Stunting

Jemput Bola hingga Pelosok, Puskesmas Jelbuk Intensif Dampingi 245 Balita Berisiko Stunting

Klikwarta.com, Jember - Penanganan stunting di Kecamatan Jelbuk tidak hanya dilakukan di ruang pelayanan kesehatan. 

Puskesmas Jelbuk memilih mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk memastikan setiap balita yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya.

Program kunjungan rumah tersebut menyasar berbagai wilayah, termasuk permukiman di kawasan perbukitan. 

Dalam salah satu kunjungan di Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, tenaga kesehatan memantau kondisi seorang balita berusia 27 bulan yang mengalami hambatan pertumbuhan. Hasil asesmen menunjukkan persoalan utama bukan berasal dari kondisi ekonomi keluarga, melainkan rendahnya nafsu makan sehingga asupan gizi anak belum terpenuhi secara optimal.

Kepala Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida, mengatakan berdasarkan hasil validasi terbaru terdapat 245 balita di wilayah kerjanya yang masuk dalam pemantauan karena terindikasi mengalami stunting. Seluruh kasus tersebut mendapat pendampingan melalui kunjungan rumah yang melibatkan petugas kesehatan, bidan desa, dan kader posyandu.

Selain memantau tumbuh kembang anak, tim kesehatan juga mengevaluasi pola pengasuhan, kondisi lingkungan, hingga faktor-faktor yang menjadi penyebab gangguan pertumbuhan pada setiap keluarga. 

Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena setiap anak memiliki penyebab yang berbeda, sehingga penanganannya pun harus disesuaikan.

Sebagai bagian dari intervensi, Puskesmas Jelbuk turut menyalurkan pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal serta memberikan edukasi kepada orang tua mengenai penyusunan menu bergizi seimbang dan strategi meningkatkan nafsu makan anak.

Machus menegaskan, upaya penurunan stunting dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan rutin yang terintegrasi dengan kegiatan Posyandu setiap bulan. 

Dengan pendekatan jemput bola tersebut, Puskesmas Jelbuk berharap penanganan dapat lebih tepat sasaran sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Kecamatan Jelbuk dan Kabupaten Jember. (Maria) 

Berita Terkait