ilustrasi nyamuk DBD
Kota Bengkulu, Klikwarta.com - Masyarakat Bengkulu diimbau untuk waspada wabah demam berdarah dengue (DBD). Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesahatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur menyebutkan pada awal 2017 ini sudah ada sekitar 80 kasus DBD yang diterimanya. Sebaran wabah DBD terjadi di sekitar Kota Bengkulu dan kabupaten lainnya.
"Kita ingatkan agar masyarakat tetap menerapkan pola hidup sehat, baik tubuh maupun lingkungan, dan tidak membiarkan genangan air di sekitar rumah," ujarnya, dikutip Antarabengkulu, Senin (20/02/2017).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan untuk menekan wabah DBD daerah itu merealisasikan program dengan nama "Juru pemantau jentik (Jumantik).
Dinkes Kota Bengkulu memberdayakan masyarakat sebagai juru pemantau jentik, utamanya para pelajar dan mahasiswa. Setiap rumah warga akan dipasang stiker pengawasan dan pencatatan jentik nyamuk.
"Nanti jika ditemukan maka akan di data dan diperingatkan jumantik, sampai tidak ada lagi jentik di rumah warga tersebut," kata Herwan.
Dari September 2015 sampai April 2016, masyarakat terserang DBD melebihi 800 kasus, juga ada yang berujung pada kematian. Dengan diberlakukan perda yang mengatur khusus untuk penanganan DBD, Herwan berharap, kejadian tersebut tidak terulang lagi. (Js)








