Sambut Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Umuka Gandeng Pakar Malaysia dan Riau

Rabu, 08/07/2026 - 17:05
Seminar Internasional di Studitorium Kampus Umuka, Rabu (8/7/2026).

Seminar Internasional di Studitorium Kampus Umuka, Rabu (8/7/2026).

Klikwarta.com, Karanganyar – Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka) Solo bergerak cepat meningkatkan mutu pendidikan tingginya. Menyambut pembukaan Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Bahasa Inggris tahun ini, Umuka langsung menggebrak dengan menggelar seminar internasional yang menghadirkan dua pakar bahasa terkemuka dari dalam dan luar negeri.

Kedua pakar tersebut adalah Prof. Dr. Zulida Abdul Kadir dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Associate Prof. Suswanto Ismadi Megah, Ph.D. dari Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA). Langkah strategis ini sengaja diambil untuk mendongkrak iklim akademis sekaligus memperluas jejaring global kampus.

Ditemui usai mengisi acara seminar internasional bertajuk "English For Profesional Communication And Education" di Studitorium Kampus Umuka, Rabu (8/7/2026), Prof. Suswanto menegaskan bahwa kurikulum Pendidikan Bahasa Inggris di UMUKA dirancang agar adaptif terhadap dinamika industri modern. Karakter lulusannya didesain fleksibel, sehingga tidak hanya terpaku pada profesi guru.

"Di Pendidikan Bahasa Inggris, tidak semata-mata kita hanya menjadi guru. Lulusan bisa menjadi praktisi lain, seperti pengelola lembaga pendidikan, penerjemah profesional maupun tersumpah, hingga profesional di bidang pariwisata seperti tour leader dan manajemen perjalanan," ujar Suswanto kepada wartawan.

Tak hanya itu, Umuka juga telah merancang program mobilitas mahasiswa (student mobility) ke beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Program ini disiapkan guna memberikan pengalaman internasional yang nyata demi mendongkrak kepercayaan diri mahasiswa saat lulus nanti.

Di sisi lain, Prof. Zulida Abdul Kadir menyoroti tantangan klasik yang kerap dihadapi mahasiswa, yakni ketakutan untuk berbicara (communication apprehension). Ia melihat banyak mahasiswa terampil dalam menulis (writing), namun mendadak pasif dan kurang percaya diri saat harus berkomunikasi lisan.

"Masalahnya, mahasiswa sering kali pasif. Melalui seminar dan kerja sama ini, kita ingin memberikan platform agar mereka bisa menggunakan bahasa Inggris secara aktif untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan," jelas Zulida.

Guna mengatasi hal tersebut, penyusunan silabus prodi baru ini akan dikombinasikan dengan berbagai elemen bahasa praktis, salah satunya English for International Communication. Dengan bekal ini, lulusan UMUKA juga diproyeksikan siap berkompetisi menjadi jurnalis, pembaca berita (news reader), diplomat, hingga akademisi di kancah internasional.

Kolaborasi Umuka dengan kedua profesor ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan langsung bergerak aktif melalui langkah nyata. Lewat perkuliahan internasional, mahasiswa Umuka akan belajar langsung dari para pengajar luar negeri baik secara daring maupun luring. 

Guna menjaga konsistensi akademis, para pakar dijadwalkan hadir langsung ke kampus setiap enam bulan sekali untuk mengajar dan memperkuat agenda akademis. Tak hanya itu, kolaborasi ini mendorong dosen dan mahasiswa Umuka untuk melakukan riset bersama dalam penelitian strategis agar mampu menembus jurnal ilmiah bereputasi, baik di skala nasional maupun internasional.

Melalui lompatan strategis ini, Umuka Karanganyar optimistis mampu membekali mahasiswanya dengan pengalaman dan keterampilan global yang relevan, sekaligus mencetak lulusan yang siap menjadi pemain di panggung internasional.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait