Foto Bersama usai acara
Klikwarta.com, Solo - Ratusan anggota PGN (Patriot Garuda Nusantara) ikuti pembaretan secara serentak dan pemantapan wawasan kebangsaan di Hotel Syariah Solo pada Minggu(24/10/21). Acara dihadiri para pejabat tinggi Kadensus 88 Mabes Polri Irjen Marthinus Hukom dan pendiri PGN KH Nuri Arifin.
Menjaga bingkai keutuhan NKRI PGN Patriot Garuda Nusantara menjadi tugas berat kedepanya, pasalnya untuk mengahadapi isu politik yang akan memecah belah Indonesia diperlukan kebersamaan antar komponen bangsa agar tidak terpecah belah, sehingga perbedaan bukan di pandang sebagai suatu ancaman, akan tetapi jalin kebersamaan.
Sementara itu, ketua wilayah PGN Makoda Jateng Bagus Sudihartono menjelaskan, saat ini baru terbentuk sekitar 25 Makoda di Jawa Tengah dan masih sisa 10 kabupaten yang tersisa, hal ini menjadi PR kedepan nantinnya untuk membentuk 500 anggota di setiap Makoda.
"Dalam pembekalan ini kita menggandeng Kadensus 88 Mabes Polri Irjen Marthinus Hukom untuk merumuskan menangkal isu radikalisme yang ada Indonesia", ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Pembina PGN Solo BRMH Kusumo Putro SH MH, bahwa pembekalan ini bisa menjadi organisasi pembela Pancasila yang menjaga keutuhan NKRI, menjaga kebhinekaan, baik lintas agama dan menolak radikalisme.
"Harapanya organisasi ini bisa berkembang di 35 kabupaten kota di Jawa Tengah dalam rangka menjaga kebhinekaan yang ada di Indonesia", tegasnya.
Ketua Makoda Solo, Agung Yos juga mengatakan, saat ini di Kota Solo baru ada 200 anggota yang diberi pelatihan dan digembleng pemantapan wawasan kebangsaan dan juga bergerak dalam bidang ekonomi sosial dan kebudayaan, baik pemberdayaan UMKM dan budidaya cacing.
"Setelah pembaretan, PGN ini diharapkan Soloraya menjaadi kekuatan tersendiri untuk menjaga dan membela Pancasila tanpa harus menunggu komando dari pimpinan", jelasnya.
(Perwarta : Naharudin)








