Tiga pilar Kabupaten Trenggalek, saat melakukan penanaman sejuta pohon, di destinasi wisata Banyu Lumut, Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, Jumat (28/1/2022)
Klikwarta.com, Trenggalek - Tiga pilar (TNI - Polri dan Pemerintah) di Kabupaten Trenggalek melakukan penanaman sejuta pohon, di destinasi wisata Banyu Lumut, Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, Jumat (28/1/2022). Penanaman pohon ini sebagai kompensasi terhadap emisi gas buang (gas karbon) yang dihasilkan.
Selanjutnya, penanaman pohon ini, juga merupakan tindak lanjut dari surat edaran Bupati Trenggalek. Di mana, Bupati mewajibkan setiap warga masyarakat menanam pohon sebagai bentuk kompensasi atas gas buang yang dihasilkan dalam aktivitas setiap hari.
Surat edaran Bupati, ini dikeluarkan bertujuan menyelamatkan alam untuk generasi penerus, serta mendorong Kabupaten Trenggalek menjadi Kota Hijau.
"Kita menargetkan Trenggalek menuju kota hijau, serta mengukur indikator kinerja Kabupaten Trenggalek, menjadi kota hijau", ungkap, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Jum'at (28/1/2022).
"Kemudian, didalamnya diatur ruang terbuka hijau, serta kadar oksigen ditingkatkan, salah satu langkahnya dengan memberlakukan penanaman pohon", imbuhnya.
Lanjut Bupati, fungsi dikeluarkan surat edaran, agar setiap individu-individu di Trenggalek wajib menanam pohon. Minimal 1 tahun disesuaikan dengan besarnya aktivitas. Semakin tinggi jabatan maka semakin tinggi aktivitasnya, sehingga semakin tinggi polusi yang diakibatkan, maka semakin banyak pohon yang ditanam.
"Seperti saya, Bupati minimal 50 batang pohon setahun. Ini dilakukan sampai tingkatan paling bawah dan masyarakat minimal 1 pohon satu tahun", tegasnya.
Untuk penanaman, jenis pohon disesuaikan dengan kontur wilayah, kalau pesisir harus bisa berfungsi sebagai green belt. Begitu pula halnya di perbukitan.
Pohon yang bisa menahan air dan longsoran dan di beberapa tempat seperti tempat pariwisata kita tanam tanaman buah. Sehingga nanti bisa menjadi spot wisata.
"Dalam hal ini buahnya bisa diolah, bambu bisa digunakan untuk sandang, pangan, papan sehingga ada ekonomi yang bergerak juga", pungkas Bupati.
(Pewarta : Hardi Rangga)








