Foto Ilustrasi
Klikwarta.com - Akhir-akhir ini tengah heboh perbincangan mengenai Ika Permatasari wanita asal Surabaya, yang hidup di atas yacht atau sejenis kapal layar, bersama suaminya, Olsen yang berlayar dari lautan satu ke lautan lainnya. Yang membuat heboh adalah kegiatan Ika yang dibagikannya melalui akun instagramnya, di mana ia membagikan aktivitasnya tengah mengumpulkan sampah plastik di pantai Norwegia.
Sebuah studi menyatakan bahwa masalah sampah plastik di Bumi sudah berada di luar kendali dan memerlukan upaya keras untuk menangani kekacauan tersebut. Terungkap bahwa terdapat 24-34 juta metrik ton polusi plastik yang masuk ke lingkungan laut setiap tahunnya.
Indonesia mendapat urutan ke dua sebagai negara penghasil sampah plastik terbanyak di dunia, ini terjadi karena negara kita yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat sepanjang 2020 kemarin, terdapat sekitar 521.275,06 ton sampah plastik di lautan Indonesia.
Dengan keadaan yang seperti ini, layaknya kita mulai melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil yang dapat mengurangi sampah plastik. Mulai dari memilah sampah organic dan sampah non organic, dengan begini kita dapat mempermudah para petugas dalam mengolah sampah loh!
Untuk para wanita nih, mungkin kalian juga bisa mulai beralih dari pembalut yang biasa menjadi pembalut kain. Selain membantu pengurangan sampah, kita juga bisa lebih hemat, karena pembalut kain bisa dipakai berkali-kali setelah dicuci.
Dan mungkin dari kebiasaan setiap hari yang sering kita lakukan nih, yaitu dalam penggunaan alat makan. Yap, ternyata sampah plastik di lautan kebanyakan berasal dari kemasan makanan dan alat makan yang kita gunakan. Mulailah menggunakan alat makan non plastik, seperti tumbler, sedotan stainless, dan alih-alih menghindari penggunaan sendok plastic. Yuk mulai membiasakan diri untuk membawa sendok atau alat makannya sendiri!
(Nur Afidah/Politeknik Negeri Jakarta)








