Kadishub Jatim, Nyono
klikwarta.com, Jatim - Memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono, menyoroti pentingnya segera disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Transportasi Terintegrasi.
Payung hukum tersebut dinilai krusial untuk menjamin ketersediaan anggaran sekaligus memperluas cakupan layanan transportasi publik yang merata di seluruh wilayah Jawa Timur.
"Kita ingin agar fiskal Pemprov membaik, kemudian anggaran melalui Perda Transportasi Terintegrasi itu nanti segera bisa disahkan. Mudah-mudahan ada cukup anggaran yang diberikan Pemprov pada transportasi publik," ujar Nyono.
Nyono menegaskan, komitmen Pemprov Jatim terhadap transportasi publik tidak hanya berfokus pada angkutan darat, tetapi juga mencakup konektivitas antarwilayah melalui jalur laut (Trans Laut).
Untuk pendanaan proyek ekspansi tersebut, Dishub Jatim akan berupaya mengajukan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Namun, Pemprov Jatim tetap siap menggunakan skema kemandirian daerah apabila bantuan pusat belum terealisasi.
Salah satu rute perintis yang menjadi perhatian adalah optimalisasi konektivitas Bandara Masalembu yang akan dihubungkan dengan Bandara Trunojoyo di Sumenep.
Nyono juga menekankan esensi dari penamaan TransJatim yang harus dimaknai secara luas, tidak hanya terpusat di kawasan aglomerasi tertentu.
"Ini namanya TransJatim, bukan sekadar Trans Gerbangkertosusila atau Trans Malang Raya. Jadi nanti, insyaallah, operasionalnya menjangkau seluruh Jawa Timur, mulai dari Jember Raya, Bojonegoro Raya, Madiun Raya, Pamekasan Raya, Kediri Raya, dan aglomerasi lainnya," tegasnya.
Melalui Perda Transportasi Terintegrasi yang tengah didorong, Dishub Jatim menargetkan terbentuknya sistem angkutan publik modern yang andal dan inklusif.
"Mudah-mudahan layanan terintegrasi ini bisa menjangkau masyarakat secara merata. Memberikan layanan transportasi yang murah, tepat waktu, aman, terjangkau, serta penuh dengan kepastian layanan melalui sistem aplikasi," pungkas Nyono.








